Pembukaan Rumah Baca Mini Lingkar Nalar Indonesia

MEDAN-M24
Yayasan Lingkar Nalar Indonesia bersama beberapa komunitas lain mendirikan Pos Baca (Rumah Baca Mini) di kawasan pinggiran rel kereta api. Kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan komunitas lainnya ini dilaksanakan di Rumah Yayasan Pemulung Sejahtera, Jln Pembangunan, Gang Jadi, Dusun XII Muliorejo Sunggal, Deliserdang.

Selain mendirikan pos baca, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian alat tulis dan susu kepada warga kurang mampu di kawasan tersebut.

Inisiator serta Koordinator kegiatan ini, Alexander Chrisse Ginting Munthe menjelaskan, acara sosial yang dihadiri sekitar 50 anak yang berlatar belakang pemulung barang bekan dan dua orang anak penyandang disabilitas ini dilakukan berdasarkan survey yang sebelumnya telah dilakukan Lingkar Nalar Indonesia.

“Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Menurut penuturan dari salah satu pegiat sosial disini yakni Pak Uba Pasaribu, banyak anak-anak yang sepulang sekolah memulung untuk bertahan hidup. Bahkan ada anak yang sudah ditinggalkan orang tuanya dan hidup memulung bersama opungnya yang sudah tua renta. Hal inilah yang membuat kami dari Lingkar Nalar Indonesia langsung bergerak dengan nilai-nilai budaya, agar anak-anak kita ini bisa terus mewujudkan mimpinya,” ujarnya.

Loading...

Selain itu, Alex juga menambahkan pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah bersusah payah dalam membantu kegiatan sosial ini.
“Kita juga melakukan kunjungan rutin untuk memantau kebutuhan buku di Pos Baca Lingkar Nalar Indonesia ini agar anak-anak bisa memperoleh buku bacaan yang layak,” tegasnya

Sementara itu, Pembina Yayasan Lingkar Nalar, Tengku Zainuddin mengatakan kegiatan-kegiatan bersifat sosial yang selama ini sudah dilakukan oleh Lingkar Nalar Indonesia maupun Gerakan Boemi Poetera yang merupakan cikal bakal berdirinya Lingkar Nalar dikerjakan berdasarkan kajian dan survey-survey yang dilakukan pihaknya.

“Kita akan melakukan penelitian lebih dalam terhadap kehidupan sosial keluarga pemulung dan keluarga yang ada di pinggiran rel agar kedepannya bisa menjadi desain sosial yang akan kita serahkan kepada pemerintah dengan tujuan mengurangi masalah-masalah sosial di tengah masyarakat,” paparnya.

Dalam kegiatan ini sendiri, selain Lingkar Nalar Indonesia, turut hadir mahasiswa dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unversitas Negeri Medan. (donny)