Rifki terbaring di rumahnya. (wan/metro24.co)

SERGAI, Metro24.co – Lihat fotonya! Ini adalah M Rifki. Usianya sudah 16 tahun. Namun tubuhnya tetap mengecil seperti bayi. Beda dengan kepalanya yang terus membesar. Inilah derita warga miskin di Dusun Ladang Lama II, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupataen Serdang Bedagai (Sergai), Sumut…

Sejak lahir, Rifki menderita hydrocephalus (penumpukan cairan dalam otak). Meski telah 16 tahun hanya bisa terbaring, keluarganya masih memiliki mimpi bocah laki-laki itu bisa sembuh. Dan, berharap ada dermawan yang memberikan uluran tangan.

Saat disambangi metro24.co, Senin (29/6/2020), Rifki terbaring di atas tempat tidur beralaskan terpal. Anak pasangan suami istri (pasutri), Rusli (50) dan Painem (43), itu diketahui menderita hydrocephalus sejak berusia 3 bulan.

“Saat Rifki berumur 3 bulan ada benjolan di bagian kepalanya, saat itu masih lembek, maka kami berupaya membawanya berobat. Sudah tiga rumah sakit kami datangi, di antaranya RSUD Deli Serdang, RS Melati Perbaungan, bahkan RSUP H Adam Malik Medan,” Ujar Painem.

Painem juga mengatakan bahwa kondisi kepala anaknya membesar karena otak besarnya tidak ada. “Kata dokter, hal itu karena pengaruh otak besar gak ada, yang ada otak kecil. Maka semakin bertambah usianya kepala semakin membesar sedangkan badan mengecil, kemaren saran dokter agar check up ke rumah sakit, namun biaya kami tidak ada hingga sekarang rawat sendiri di rumah,” ujarnya sedih.

Diungkapkan Painem, saat ini kondisi tubuh Rifky kaku, hingga untuk makan sehari-hari harus diblender. “Rifky makan nasi dengan wortel dan kentang, itupun diblender, minumnya susu kental kalengan. Suami kerja serabutan, jadi untuk menambah ekonomi keluarga, saya kerja sebagai buruh cuci,” katanya.

Selama masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19, sebut Painem, ia menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial sebesar Rp600 ribu, sebelumnya tidak ada mendapatkan bantuan bentuk apapun. “Dalam beberapa waktu lalu, pernah juga diberikan makanan tambahan (roti) dari petugas Puskesmas Sialang Buah,” ungkapnya.

“Semoga ada bantuan dari semua pihak yang peduli akan kondisi si Rifky. Mari kita doa kan agar Rifky segera sembuh seperti anak-anak lainnya,” ungkapnya hingga meneteskan air mata. (wan/metro24.co)