Korban saat melapor ke Polsek Namorambe

NAMORAMBE-M24
Awas kau, kata maling kepada Prayetno (55), sambil melemparinya dengan batu. Dengar ancaman dari pelaku, dia pun keder. Sebab dilihatnya ada 3 maling yang menggasak 2 daun pintu besi harmonika dan jack doser dari gudang di belakang rumahnya di Dusun II Desa Batu Penjemuran, Kec Namorambe, Kamis (4/4) sekitar pukul 23.30 WIB.

Prayetno cari aman, senter dimatikan lalu bersembunyi menghindari para pelaku. Cerita korban saat membuat laporan di Polsek Namorambe, Senin (8/4) sekira 17.30 WIB. Malam itu, Prayetno hendak tidur di kamarnya karena hujan turun dengan deras.

Baru saja merebahkan badan, dia mendengar anjing menggonggong di sekitar gudang. Curiga dengan gonggongan anjing. Dia memilih keluar rumah sambil membawa senter menuju gudang. Tiba di gudang, korban tidak melihat apa pun yang mencurigakan.

Setelah memastikan aman, korban pun balik ke rumah dan langsung merebahkan diri kembali di tempat tidur. Baru saja mau memejamkan mata, anjing kembali menggonggong dengan keras.
Prayetno kembali keluar dengan membawa senter menuju gudang.

Loading...

Begitu kaki korban melangkah keluar rumah, dilihatnya ada 3 maling lompat pagar sambil menenteng barang curiannya. Memastikan yang di lihat maling, korban berusaha mengintai dan hendak memargoki aksi tersebut. Baru saja mendekati pagar itu, ke 3 maling melempari korban dengan batu sambil berkata “awas kau”. Takut dengan ancaman maling, korban matikan senternya dan langsung bersembunyi.

Setelah pelaku berhasil kabur, korban memilih balik ke rumah. “Kejadiannya Kamis (4/4) semira 23.30 WIB. Sudah curiga saya karena anjing menggongong sangat keras. Begitu didekati, dilempari pelaku saya. Padahal saya mau menangkapnya,” beber korban.

Priono tetangga korban mengaku daerah tempat tinggal mereka rawan maling. Dan hampir tiap pekan ada saja warga yang kehilangan barang barang dari dalam rumah. “Kita minta polisi meningkatkan patroli, karena daerah kita rawan maling,” pintanya.

Kapolsek Namorambe, AKP Darwin Ginting membenarkan laporan korban dan berjanji segera memprosesnya. (mehuli)