Syahril Onten diperiksa polisi

KISARAN-M24

Sesaat mendapat satu liang tikaman di perut, nelayan ini melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri. Penikaman ini dilatari sakit hati.

Budi (40), warga Dusun IV, Desa Bagan Asahan Baru, Kec Tanjung Balai, Kab Asahan, harus terbaring di rumah sakit akibat luka tusukan di perutnya. Nelayan ini ditikam oleh temannya sesama nelayan, Syahril Onten alias Syahril (35), warga Dusun IV, Desa Bagan Asahan baru, Kec Tanjung Balai, Kab Asahan.

Penikaman ini terjadi pada Rabu (21/8) sekira pukul 17.00 WIB di Dusun IV, Desa Bagan Asahan Baru, Kec Tanjungbalai, tepatnya di atas boat jagaan korban di tangkahan Zungsen. Saat itu korban melihat pelaku berada di salah satu boat.

Loading...

Korban meminta pelaku agar keluar dari boat tersebut. Akan tetapi, pelaku menolak keinginan korban itu. Penolakan itu membuat korban mendatangi pelaku. Saat korban mendekat, pelaku menikam perut korban sebanyak satu kali. Setelah ditikam, korban melompat ke sungai. Sedangkan Syahril langsung melarikan diri.

Kapolsek Sei Kepayang, AKP Zulham didampingi Kanit Reskrim, Iptu Sahat Siahaan, mengatakan, penikaman ini dilatari dendam yang terjadi sekitar sebulan lalu. Saat itu Syahril membakar satu jeriken yang berada di boat yang dijaga Budi. Dari situ, Budi melarang Syahril masuk ke kapal boat yang dijaganya.

Terkait penikaman ini, kata Sahat, pihaknya telah menangkap pelaku. “Pelaku atas nama Syahril ditangkap sekitar pukul 09.20 wib,” kata Sahat, Sabtu (24/8).
Penangkapan Syahril bermula pada Kamis (22/8) sekitar pukul 02.00 WIB, pihaknya mendapat informasi kalau Syahril sudah pulang ke rumahnya.

“Tim melakukan pengintaian untuk memastikan informasi tersebut. Kemudian Tim Unit Reskrim didampingi Kades Bagan Asahan mendatangi rumahnya dan menangkap Syahril,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka yang diketahui masih memiliki hubungan saudara dengan korban ini terancam dikenakan Pasal 351 ayat (1) dan ayat (2) KUHPidana. (hendri)