Pelaku saat diinterogasi

MEDAN-M24
Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan kembali menembak seorang tersangka komplotan pencurian yang dikenal sebagai ‘Becak Hantu’, Senin (29/7) sekira pukul 03.00 WIB. Tersangka berinisial SMS (19) warga Jalan Elang Perumnas Mandala Kelurahan TSM 2, Kecamatan Medan Denai.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Selasa (30/7) sore mengatakan, penangkapan tersangka SMS merupakan tindaklanjut dari laporan korban Baharuddin Syahputra Hasibuan (19), mahasiswa warga Jalan Badau Lingkungan VIII, Kelurahan Belawan Bahagia.

“Rabu 10 Juli 2019 sekitar pukul 05.00 WIB, korban datang ke sebuah warnet di Jalan Ringroad Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal dengan mengendarai sepedamotor Honda CBR. Setibanya di lokasi, korban memarkirkan sepedamotornya di depan warnet, lalu masuk ke dalam,” papar Putu Yudha.

Sekitar 7 jam berselancar di dalam warnet, sambung Yudha, korban pun hendak pulang. Saat itulah korban terperanjat lantaran tidak menemukan sepedamotornya di parkiran. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Sunggal. Selanjutnya Polsek Sunggal berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan.

Loading...

“Tim Pegasus langsung ke TKP guna melakukan penyelidikan dan menganalisa rekaman CCTV di lokasi warnet. Dari situ, kita mengidentifikasi pelaku yang diketahui berinisial SMS. Tim Pegasus kemudian melacak tersangka,” terang Putu.

Selanjutnya Senin sekira pukul 02.00 WIB, Tim Pegasus mendapat informasi jika tersangka sedang berada di rumah temanya di Jalan Selambo Desa Selambo, Kecamatan Medan Amplas Medan. Petugas pun bergerak cepat menggerebek rumah dimaksud.

“Tersangka SMS kita bekuk saat sedang tidur. Petugas memboyong tersangka untuk pengembangan mencari barang bukti sepedamotor Honda CBR milik korban Baharuddin. Namun di perjalanan tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga petugas memberikan tembakan peringatan ke udara namun tak diindahkan,” ucapnya.

Tersangka akhirnya menyerah setelah diberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis sebelum diboyong ke Mako Sat Reskrim Polrestabes Medan guna pemeriksaan intensif. Dari tangan tersangka turut disita barang bukti uang Rp650 ribu hasil penjualan sepedamotor curian.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Putu Yudha, tersangka mengaku menjual Honda CBR korban kepada seseorang di Jalan Ringroad Medan. Tim Pegasus pun melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sepedamotor korban yang terparkir di depan sebuah rumah makan.
Selain sepedamotor, petugas juga mengamankan 2 orang diduga pembeli sepedamotor curian itu. “Kedua penadah dan barang bukti diboyong ke Mako guna diperiksa intensif,” ungkap Putu Yudha.

Masih dijelaskan Putu, tersangka SMS tercatat mantan residivis kasus pencurian pada 2015 lalu. Kala itu dia beraksi bersama tiga temannya berinisial Ko, Lo dan Re (ketiganya DPO).
“Tersangka SMS dkk merupakan komplotan ‘Becak Hantu’ yang selama ini sudah puluhan kali melakukan pencurian sepedamotor di Kota Medan dan sekitarnya. Sementara itu komplotan tersangka sebagian sudah kita bekuk dan ditembak,” pungkas Putu sembari menyatakan tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara 7 tahun.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Tim Pegasus Polrestabes Medan meringkus komplotan pelaku pencurian dengan mengendarai becak dan sering dijuluki warga Medan sebagai Komplotan ‘Becak Hantu’.

Para tersangka masing-masing berinisial PS alias Gondit (22) dan NP (22) keduanya warga Jalan Elang Ujung Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai yang ditembak petugas di kedua kaki karena melawan dan mencoba kabur saat dilakukan pengembangan. Lalu ASP alias Toni (16) warga Jalan Elang II Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai. (irwan)