Sepeda motor yang menghantam tronton di lokasi kejadian.

TAMORA-M24

Tragis dialami sepasang pelajar di Tanjungmorawa. Sepulang sekolah, keduanya tewas dengan kondisi luka parah setelah kreta Yamaha Mio yang ditunggangi menghantam pantat truk tronton.

Kecelakaan maut terjadi di Jalinsum Medan-Tebingtinggi persisnya di KM 24-25 Dusun II Desa Perdamaian, Kec Tanjungmorawa (Tamora), Deliserdang, Jumat (8/2).

Dua pelajar pengendara kreta (sepeda motor) Yamaha Mio BK 3748 MAA tewas akibat menabrak pantat (bagian belakang) truk tronton BK 9262 BA yang sedang berhenti.
Korban tewas bernama Fakhruri Aqsal Batubara (18) warga Dusun I Desa Tanjung Baru, Kec Tanjungmorawa dan temannya yang dibonceng, Wulan Sari (16) warga Desa Bangun Rejo, Kec Tanjungmorawa. Fakhruri merupakan pelajar MAN, sedangkan Wulan Sari, siswi kelas X SMKN di Lubukpakam.

Loading...

Informasi dihimpun metro24, peristiwa nahas yang mengakibatkan tewasnya kedua pelajar terjadi Jumat sore sekira pukul 16:15 WIB, tepatnya di depan Showroom Suzuki Trans Sumatera Agung, Kec Tanjungmorawa, Deliserdang.

“Kedua korban datang dari arah Medan menuju Tebingtinggi. Diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang hati-hati, sehingga motor yang dikendarai korban Fakhruri menghantam bagian belakang kanan truk tronton yang sedang berhenti di beram sebelah kiri jalan arah Medan-Tebingtinggi,” ungkap Kasat Lantas Polres Deliserdang, AKP Budiono Saputro saat dikonfirmasi metro24 pascakejadian.

Kondisi kreta korban, lanjut Budiono, berada di kolong truk, sedangkan kedua pelajar terpental di aspal jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berkerumun di lokasi. Sebagian warga coba memberikan pertolongan terhadap kedua korban.

“Korban yang laki-laki mengalami luka parah di dagu, hidung dan mulut. Dari telinga mengeluarkan darah, kening dan tangan kiri lecet, meninggal dunia di tempat kejadian,” jelas Budiono.

“Sedangkan korban perempuan, lanjut Budiono, mengalami luka berat di hidung dan rahang patah, kepala memar, kening lecet. Korban sempat dibawa ke RSUD Deliserdang untuk mendapatkan pertolongan medis,” imbuhnya.

Namun akibat luka yang diderita cukup parah, siswi SMKN itu menghembuskan nafas terakhir beberapa jam dalam perawatan. Polisi yang tiba di lokasi mengamankan kedua kendaraan yang terlibat tabrakan sekaligus melakukan olah TKP.

“Truk tronton BK 9262 BA dikemudikan Edi Idris (40), warga Jln Young Panah Hijau Gg Sirih Lingk XI, Kec Belawan, Kota Medan,” jelas Budiono.

Terpisah, warga setempat yang ditemui metro24 di lokasi kejadian menuturkan, insiden kecelakan maut yang menewaskan kedua pelajar menyulut keprihatinan mendalam.

“Mungkin kurang hati-hati korbannya bawa kreta. Masa’ sampai menabrak belakang truk yang sedang berhenti. Tewas di tempat tadi yang bawa kreta, sedangkan yang dibonceng dilarikan ke rumah sakit, bang,” kata Rio Sinaga, warga setempat.

Untuk pengusutan kasus, saat ini Satlantas Polres Deliserdang sudah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat tabrakan. “Masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Sopir truk juga masih menjalani pemeriksaan,” kata Kasat Lantas Polres Deliserdang, AKP Budiono Saputro. (yanfebri/fani)