korban bentrokan antar ormas

MEDAN-M24
Pascabentrok berdarah di Medan Johor, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto mengimbau kepada seluruh ormas kepemudaan untuk bersama-sama menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut khususnya Kota Medan.

“Jaga Kamtibmas yang merupakan hak masyarakat secara umum,” katanya, Senin (9/9).

Kapolda juga telah mengintruksikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto segera konsultasi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mempersangkakan para ketua OKP yang terlibat. Hal tersebut dilakukan agar membuat jera kepada anggota maupun ketua OKP.

“Dengan pasal karena lalainya dalam pengendalian anggotanya sehingga terjadi perkelahian atau bentrok massa yang mengakibatkan luka atau meninggal dunia. Kita lagi koordinasi dengan JPU untuk buat jera, kalau bisa diterima kita akan buat,” jelas dia.

Loading...

Sementara itu, setelah menjalani perawatan di RS Mitra Sejati Medan, kondisi Sahdilla Hasan Afandi (19) mulai membaik. Warga Jln Karya Tani, Kel Pangkalan Mansyur, Kec Medan Tuntungan ini jadi korban bentrokan antar dua ormas kepemudaan di Jln Ekarasmi Medan, Minggu (8/9).

“Kondisi korban sudah mulai membaik, baru saja kita dari rumah sakit. Dan tidak benar korban tewas di rumah sakit,” ungkap Santi (42) tetangga korban, Senin (9/9) sekitar 17.30 WIB.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto melalui Kanit Intel Iptu M Sembiring membenarkan jika kondisi korban mulai membaik, walau belum sadarkan diri.

“Tadi pagi kita dari rumah sakit dan sudah mulai ada perubahan kondisinya. Memang sampai saat ini korban belum sadarkan diri, tetapi menurut dokter kondisinya sudah mulai membaik,” ujarnya.

Usai melihat keadaan korban, dirinya dan puluhan tim kepolisian berusaha mendamaikan pertikaian di antara kedua ormas yang bentrok. Selain itu, petugas juga memburu dalang kerusuhan.

“Kasus korban segera kita tangani dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan berawal puluhan anggota ormas kepemudaan mendatangi lokasi dengan mengendarai sepedamotor dan membawa senjata tajam, Minggu (8/9) sekitar pukul 17:45 WIB. Hal itu mengundang reaksi dari ormas kepemudaan setempat. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Diduga kalah kuat, ormas kepemudaan yang menyerang balik kanan. Naas, korban tertinggal dan langsung menjadi bulan-bulanan anggota ormas kepemudaan setempat. (ahmad/mehuli)