Hakim Jamaluddin. (ist/net)

MEDAN, Metro24.co – Polisi hingga hari ini masih memeriksa secara intensif, ZH, istri hakim Jamaluddin yang disebut polisi sebagai otak dari pembunuhan suaminya.

Kuasa hukum ZH, Onan Purba membenarkan perihal pemeriksaan kliennya. Dia juga mengaku belum menerima surat penahanan kliennya tersebut. “Sampai sekarang masih diperiksa,” katanya kepada wartawan Rabu pagi (8/1/2020).

“Sampai sekarang belum selesai pemeriksaan terhadap dia (ZH), kendati pun sudah ada pernyataan saya lihat itu dari humas Polri. Tapi sampai sekarang masih diperiksa,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak sebelumnya memastikan Zuraida Hanum akan ditahan. Onan pun menilai polisi memiliki alasan yang kuat untuk menahan kliennya.

“Saya kira cukup alasan untuk menahan. Tapi sampai sekarang belum dilakukan dilakukan penahanan, masih dilakukan pemeriksaan intensif,” ucap Onan.

“Tapi sebagai konsultan hukumnya, patut, dapat ditahan, seperti itu. Kalau saya membaca dari pernyataan, dari, apa itu kan, Mabes Polri,” imbuhnya.

Zuraida Hanum ditangkap tim Polrestabes Medan dibantu Polda Sumut karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin. Zuraida hanum bahkan diduga sebagai otak pembunuhan Jamaluddin yang tak lain adalah suaminya.

Sebelumnya diberitakan, misteri pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan akhirnya terungkap. Petugas Polrestabes Medan berhasil menangkap 3 pelakuya. “Benar, sudah ditangkap,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, kepada metro24.co, Selasa (7/1/2020).

Soal istri hakim Jamaluddin yang berinisial, ZH, yang disebut-sebut sebagai pelaku utama atau otak pelaku pembunuhan suaminya. AKBP Maringan juga membenarkannya. “Istrinya pelaku utama,” tegas AKBP Maringan Simanjuntak.

Selain ZH, polisi juga menangkap 2 orang lainnya, yang diperintah ZH untuk menghabisi nyawa suaminya. Keduanya berinisial JP dan R. AKBP Maringan juga membenarkan bahwa ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keterangan lebih lengkap dari Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono. “Ada tiga pelaku, yang pertama istri korban, sama 2 orang suruhannya. Istri korban inisial ZH, suruhannya JB dan R,” ujar Argo di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).

Brigjen Argo mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan penyidikan dengan metode deduktif dan induktif. “Setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan dengan metode deduktif dan induktif, induktif itu mulai dari TKP di rumah maupun tempat pembuangan mobil, kemudian dengan deduktif itu adalah berkaitan dengan pekerjaan,” kata dia.

Kendati demikian, ia belum merinci lebih lanjut mengenai tempat dan waktu penangkapan serta motif pelaku. Menurut Argo, informasi lebih lengkap akan dirilis oleh Polda Sumatera Utara yang menangani kasus tersebut.

Dalam kasus pembunuhan hakim PN Medan, Polda Sumut memeriksa 48 orang saksi. Hakim Jamaluddin ditemukan tewas oleh warga di dalam mobil berpelat nomor BK-77-HD di area kebun sawit Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019).

Irjen Agus Andrianto saat menjabat Kapolda Sumut mengatakan kasus ini merupakan pembunuhan berencana. “Ini pembunuhan berencana, pembunuhan berencana itu agak relatif butuh waktu untuk mengungkapnya,” ujar Agus, Sabtu (14/12/2019). (ZT/metro24.co)

 

Editor: H Talib