Komplotan Perampok 20 Ton Kayu Manis Dicokok

4
Kapolrestabes Medan saat memaparkan kasus perampokan 20 ton kayu manis.

MEDAN-M24

Empat orang komplotan perampok 20 ton kayu manis dibongkar petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasatreskrim AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan, keempat pelaku yakni Adnan Johan (45), Dedi (40), Rusli (40) dan Suryadi (45).

Perampokan ini terjadi, Kamis (7/2) lalu di Jalan Asrama Medan. “Pelaku berjumlah lima orang mengendarai satu unit mobil Avanza lalu mencegat truk yang mengangkut kayu manis,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/2) sore.

Selanjutnya, setelah menguasai truk berikut isinya, pelaku mengikat tangan dan kaki sopir truk serta kernetnya. Para pelaku membuang sopir dan kernet truk di kawasan Pantai Cermin.

“Ketika pelaku membuang korban dan meloloskan diri, korban berjalan kaki menuju ke pemukiman warga. Setelah itu, korban menanyakan kepada warga rumah kepala Dusun dan melapor ke Kepala Dusun (Pantai Cermin) guna memberitahukan kepada kepolisian,” ujarnya.

Mendapati laporan itu, personel Satreskrim berhasil meringkus dua tersangka berikut dua orang penadah. Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan satu unit mobil Avanza merah, satu unit truk fuso, 427 goni kayu manis seberat 11,8 Kg, 3 lembar segel barang, 1 lembar bon faktor penerimaan barang, 3 unit HP dan 1 truck fuso berikut gandengan dan konteiner L 8134 XI.

“Dari keterangan tersangka, mereka merupakan pelaku perampokan di kawasan jalan lintas. Modusnya, mereka langsung memepet kendaraan dan langsung menguasai kendaraan milik korban,” ungkapnya.

Ditambahkan Kapolrestabes Medan, pihaknya kini tengah memburu pelaku lainnya dan akan melakukan pengembangan kepada empat tersangka yang berhasil diamankan.

“Dari keterangan yang kita dapat, kayu manis tersebut akan diekspor ke Jerman. Untuk total harga sekitar Rp900 juta harga kayu manis tersebut. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHPIdana tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” tandasnya. (ardi)