tersangka

MEDAN-M24

Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan 4 orang komplotan becak hantu, 3 pelaku dan satu penadah, Jumat (16/8) kemarin.

Penangkapan itu berawal dari pengaduan Bahauddin Syahputra Hasibuan (19) warga Jln Badau Link VIII Kel Belawan Bahagia, Rabu (10/7) dinihari. Ketika itu, mahasiswa ini sedang bermain warnet di Jln Ringroad (Warnet I Café) Kel Tanjung Rejo, Kec Medan Sunggal.

Keasyikan berselancar di dunia maya, dia tak sadar kalau Honda CBR miliknya yang di parkir sudah lenyap. Ketika sadar motornya hilang, dia lantas memilih untuk membuat laporan ke Polsek Sunggal.

Loading...

Selanjutnya, Jumat (16/8) kemarin, Personel Pegasus Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan yang mendapat informasi keberadaan 3 pelaku dan DPO Komplotan becak hantu langsung menuju sebuah rumah kos-kosan yang terletak di Jln Bajak V Kel Harjosari II, Kec Medan Amplas.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan 3 pelaku yang saat itu sedang tidur. Ketiga tersangka, yakni Marusaha Sihombing alias Kocu (22), residivis tahun 2015 dan 2017, warga Jln Tangguk Bongkar 5 Gg Bersama Perumnas Mandala dan Rendy Pranata Simangunsong alias Rendy (22) residivis tahun 2012 dan 2015, warga Jln Tangguk Bongkar 7 No 41 Perumnas Mandala serta Firman Silaban alias Locot (17) residivis tahun 2019, warga Jln Tirtosari, pinggir rel Perumnas Mandala.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan penadah yang sering membeli barang hasil curian dari ketiga tersangka, Alex Suharto alias Alex Murai (34) resedivis tahun 2008 kasus jambret dan tahun 2014 ditangkap Polda Sumut kasus penadah, warga Jln Tangguk Bongkar II Donggala Perumnas Mandala.

Berdasarkan hasil interogasi ketiga tersangka mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor milik Bahauddin di Jln Ringroad bersama dengan temannya, Sahat Sitanggang alias Sahat (telah tertangkap).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira kepada M24 mengatakan selain tersangka, pihaknya turut mengamankan barang bukti 2 unit sepeda motor, 1 grenda mesin, 2 mata grenda, 7 kunci L, 3 obeng, 5 kunci Y, 1 tas hitam, 1 tang dan 1 helm LTD warna merah. “Ketiga tersangka kecuali Locot (masih dibawah umur), terpaksa dilumpuhkan kedua kakinya masing-masing dengan timah panas karena mencoba melarikan diri dan melawan saat dilakukan pengembangan,” katanya. (irwan)