Pengurus Kompatir. (ist/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – KOMPATIR merupakan Komunitas Pelanggan Air PDAM Tirtanadi Sumut yang merupakan organisasi legal dan independen yang menjalankan tugas sebagai sosial kontrol terhadap kinerja PDAM Tirtanadi Sumut.

KOMPATIR dibentuk antara lain bertujuan untuk memantau dan mengkoreksi kinerja PDAM Tirtanadi agar para konsumen mendapatkan palayanan terbaik, karena telah patuh mentaati aturan PDAM Tirtanadi dan membayar retribusi air dengan penuh disiplin setiap bulannya.

Ketua Umum KOMPATIR, Prof Dr Ir Hasnudi MS, didampingi Ketua Harian Fahroel Rozi SH dan Sekjen H Harist Lubis, dan Humas Jasrial Husein sangat mendukung sepenuhnya pelaksanaan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) dan Layanan Lumpur Tinja Tidak Terjadwal (L2T3) yang dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut. Demikian dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020).

KOMPATIR telah melakukan FGD program L2T2 dan L2T3 serta sosialisasi tarif air limbah PDAM Tirtanadi pada tanggal 13 November 2019 kepada para konsumen PDAM Tirtanadi, bertempat di sekretariat KOMPATIR, Jalan Pancasila, Medan yang dihadiri Tim penyusun Tarif L2T2/L2T3 dari Divisi Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut.

Prof Hasnudi mengatakan, telah keluar Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/26/KPTS/2020 tentang penetapan tarif L2T2) dan L2T3 Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi Sumatera Utara. Untuk itu, lanjut Prof Hasnudi, masyarakat Kota Medan, sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena akan terjaminnya kebersihan lingkungan di sekitar rumah penduduk jika penyedotan dilakukan secara terjadwal.

“Apabila septic tank masyarakat tidak disedot secara berkala atau terlalu lama tidak disedot, maka limbah berupa tinja tersebut akan keluar dari septic tank dan mencemari lingkingan rumah yang akhirnya menimbulkan berbagai penyakit di masyarakat,” katanya.

“Pelaksanaan program L2T2 dan L2T3 ini sangat bagus dan profesional, jadi masyarakat Medan tidak perlu khawatir jika tangki septiknya di rumah penuh, segera lapor ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang beralamat di Jalan Cemara, Medan, maka petugas akan segera datang dan disedot tinja tersebut oleh petugas yang profesional dari PDAM Tirtanadi,” ujar Prof Hasnudi.

Dengan adanya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) ini, ia berharap lambat laun PDAM Tirtanadi dapat dengan segera memberikan sumbangannya berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemprov Sumut. “Maka dari itu KOMPATIR mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Medan terutama pelanggan air PDAM Tirtanadi juga harus mendukung penuh Program L2T2 dan L2T3 ini,” pungkasnya. (zt/metro24.co)