Pemilik tanah saat berada di lokasi.

SEI RAMPAH-M24

S Br Pasaribu (54) menyesalkan tindakan yang menimpun lapangan sepak bola di Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai).

Menurut S Br Pasaribu, penimbunan lapangan yang notabene adalah milik keluarganya itu dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya. Karena itulah pada Sabtu (6/4), bersama ahliwaris didampingi keluarganya, C Sianipar dan Bendhard Sihotang, langsung meninjau lokasi lapangan bola yang sebagian sudah ditimbuni tanah galian normalisasi Sungai Rampah tersebut.

Do likasi tanah yang berada di pinggir jalan linstas itu, S Br Pasaribu, mengatakan tanah tersebut merupakan milik Alm suaminya Gindo Sibarani yang dibeli dari T Asril Syah selaku ahliwaris tanah tersebut dan dilengkapi surat-surat tanah saat dilakukan penimbunan ia sama sekali tidak mengetahui dan tidak ada meminta izin.

Loading...

“Ini tanah saya dan rencana bersama keluarga saya C Sianipar dan Benhard Sihotang akan mengelola tanah tersebut rencananya juga akan dibangun kolam renang,” tegasnya.
Di lokasi tanah itu, S Br PAsaribu didampingi keluarga ahliwaris yakni T Nadrah (56) kepada metro24 menjelaskan, tanah tersebut milik almarhum T Yunan dan diwariskan kepada T Arilsyah selaku ahliwaris tunggal selanjutnya dijual kepada Gindo Sibarani.

“Saya ini bagian keluarga T Yunan tak lain istri dari anaknya jadi itulah silsilah tanah tersebut,” papar Nadrah.
Sementara Benhard Sihotang, selaku pihak yang diberik kuasa dari pemilik tanah mengatakan, saat ini pihaknya masih membuat surat SK BPN dan prosesnya Sedang berjalan. “Untuk surat ke BPN kini sudah berjalan dan dalam pengurusan namun sejauh ini hendaknya berkoordinasi kepada pemilik tanah sebelum ada penimbunan itu,” papar Benhard.

Terpisah, Ketua Pengurus lapangan bersama para anggota langsung melakukan pertemuan bersama pemilik tanah. Mamek selaku Ketua Pengurus Lapangan mengatakan, penimbunan tanah di lapangan bola tersebut memang sengaja dilakukan agar tanah lapang yang tadinya tidak diberdayakan akan kembali diaktifkan sebagai sarana lapangan bola kaki untuk masyarakat khususnya para remaja di Sei Rampah.

“Jadi bukan untuk menguasai tanah tersebut mengingat saat ini ada pengorekan Sungai Sei Rampah hingga tanah yang dikorek tadi lebih baik digunakan untuk menimbun dan membenahi lapangan bola tersebut,” terang Mamek. (darmawan)