Mukmin Harahap saat diwawancarai metro24.co di kolam pembudidayaan lele miliknya. (reza/metro24.co)

SIDIMPUAN, Metro24.co – Kepala Desa (Kades) Baruas, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Mukmin Harahap, menegaskan budidaya ikan lele dapat menjadi usaha alternatif yang strategis di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, budidaya lele sebagai salah satu bahan makanan diharap dapat menjaga ketahanan pangan di suatu daerah.

“Lebih kurang, sudah dua tahun belakangan saya menggeluti usaha budidaya lele ini. Hasilnya, tentu sangat menjanjikan,” ujar Mukmin Harahap kepada metro24.co di kolam pembudidayaan lele miliknya, Rabu (10/6/2020).

Dengan luas kolam sebesar 8.500 m² dan yang memuat 18 kolam, lanjut Mukmin, dirinya mampu mengelola sekitar 250 ribu ekor lebih ikan lele, mulai dari bibit, indukan, maupu yang siap dipasarkan. Saat ditanyai apa kendala dalam pembudidayaan lele, dirinya mengaku salah satunya ialah cuaca dan hama seperti hewan ‘Borang-borang’ (berang-berang, Red).

“Kalau musim hujan, kita taburi kolam dengan garam supaya menjaga ketahanan lele. Sedangkan untuk hama ‘Borang-borang’ masih bisa diatasi dengan diusir,” sebut pria bertubuh gempal itu.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dalam sehari, dirinya bisa menghabiskan total biaya pakan lele sebesar Rp2 hingga Rp2,5 juta per hari. Dijelaskannya, awal mula ketertarikan menjadi pembudidaya lele lantaran melihat situasi masyarakat Kota Padangsidimpuan yang umumnya masih ‘mengimpor’ ikan air tawar dari Kabupaten Toba, Kota Tebingtinggi, Pematangsiantar, hingga ke Provinsi Sumatera Barat.

“Lagipula, saya berpikir, ikan lele ini sebagai salah satu alternatif lauk makanan, juga sangat diminati masyarakat Padangsidimpuan. Pemerliharan serta ketahanannya juga cenderung lebih kuat dibanding ikan-ikan air tawar lain seperti, nila maupun mas,” imbuhnya.

Dia berharap kepada masyarakat Padangsidimpuan yang memiliki lahan untuk mencoba budidaya lele ditengah pandemi Covid-19 agar tidak perlu lagi mengimpor daerah lain. Pria yang sudah memiliki 3 orang pegawai itu juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah setempat terhadap masyarakat yang punya niatan untuk membudidayakan lele.

“Sebab, selain sebagai penjaga ketahanan pangan, budidaya lele juga pastinya bakal mendongkrak perekonomian masyarakat yang nantinya berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saya memiliki cita-cita, bagaimana nantinya kolam pembudidayaan lele ini jadi tempat wisata. Di mana, pengunjung bisa memilih langsung lele dan memasaknya untuk disantap langsung di sini,” beber Mukmin.(reza/metro24.co)