Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang (tengah) dan Pimred Metro24.co, Zulkifli Tanjung (kiri). (foto: metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Anak kolong, adalah sebutan anak-anak yang terlahir dari pasangan orang tua yang berdinas di TNI-Polri. Tak jelas asal muasal sebutan ini. Tapi kebanyakan, anak-anak kolong ini lebih reaktif dari anak anak lainnya. Normal rasanya, jika anak anak kolong lebih keras, lebih garang dan sedikit agak sok jagoan. Sebab mereka tahu, orang tua mereka alat negara bersenjata. Menjadi penyebab mereka lebih pemberani.

Tapi tak begitu dengan Tiffany Ropalesta (18). Anak semata wayang Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH MH, ini banyak tak yakin jika dirinya adalah anak seorang polisi. Itu diakui oleh guru-gurunya saat masih bersekolah di Prime One School. Tempat Tiffany bersekolah hingga tamat SMA. “Mereka tak yakin kalau anak saya anak pejabat polisi,” jelas AKBP Robin Simatupang SH MH, saat bincang bincang dengan wartawan, Kamis (11/6/2020).

Ternyata, mengapa Tifanny disebut tak seperti kebanyakan anak kolong lainnya, karena dia selalu menyabet prestasi di sekolahnya. Balet, eskul yang dia geluti, kerab mengharumkan nama sekolah yang terletak di Jalan Tritura, Medan, tersebut. Sejak masuk hingga tamat, Tifanny selalu menjadi ketua kelas di sekolahnya. Prestasi yang jarang jarang dilahirkan oleh seorang anak kolong.

Tak hanya itu, referensinya untuk cita-cita masa depan sungguh mencengangkan tak hanya orang lain. Sang ayah, yang sudah dua kali menduduki jabatan Kapolres di jajaran Polda Sumut, sempat terpelongo. “Saya sempat bingung, saat dia bilang mau kuliah di Inggris dan sudah dapat beasiswa. Dia tunjukan ke saya tokoh-tokoh dunia yang sukses lulusan kampus pilihannya,” cerita AKBP Robin yang merasa bahagia atas prestasi putrinya, namun juga merasa galau akan keberangkatan anaknya itu kelak ke Inggris.

Tak tanggung-tanggung, ternyata anak kolong satu ini meraih prestasi yang tak biasa. Tifanny menjadi satu-satunya anak Indonesia yang mendapat beasiswa di London Imperial College (LIC), Inggris. LIC adalah kampus terbaik ke-8 di dunia, kampus ke-3 terbaik di Inggris. “Di Asia mereka yang diterima beasiswa di kampus itu hanya 12 orang,” terang Robin, perwira menengah Polri, hasil pendidikan perwira dari Secaba.

Ternyata, banyak hal yang sangat membanggakan dari diri Tifanny. Kendati lahir sebagai anak tunggal, pasangan Vera Martalena Pasaribu dan Robin Simatupang, tak membuat dirinya sombong. Tiffany menyempurnakan perpaduan kedua orang tuanya. Keberanian diambil dari sang ayah, dan kepatuhtaatannya diambil dari sang Ibu yang mengabdikan diri sebagai pendeta. “Sejak kecil dia taat, nonton bioskop saja dia tak mau karena menurut dia itu tak baik,” jelas Robin.

Rasa bahagia dan bangga terpancar jelas dari wajah sang ayah, ketika menceritakan prestasi Tiffany. Pun begitu, tergurat rasa ragu mengingat jauhnya sang anak untuk menggapai cita-citanya. Lebih-lebih, sang ibu, yang tak pernah berpisah sehari pun dengan Tiffanny.

“Kalau mengingat dia sejak masa kecil, rasanya berat. Tapi ini semua pilihan dia dan dia sangat yakin. Kita sebagai orang tua mau tak mau harus mendukung,” papar Robin. (Zulkifli Tanjung/Metro24.co)