DR H Rahmat Shah menyerahkan tumpeng kepada Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Selasa (15/9). (ist/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – DR H Rahmat Shah merupakan senator yang gigih, disiplin dan fokus di masa baktinya. Selaku anggota DPD RI dan MPR RI kerjanya menjadi contoh dan moral politiknya terjaga. Pengabdian ikhlas tanpa pamrih memperjuangkan
aspirasi daerah, seiring tekad dan cita-citanya memajukan daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI, La Nyalla Mattalitti saat menghadiri acara ‘Silaturahmi dan syukuran atas penganugerahan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Nararya kepada DR H Rahmat Shah dari Presiden RI, Ir H Joko Widodo’ yang digelar di Rahmat International Wildlife and Gallery, Selasa malam (15/9/2020).

Turut hadir sejumlah anggota DPD RI, Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah didampingi Forkopimda, anggota DPR RI Djohar Arifin, para Konsul Singapura, Malaysia dan Timor Leste, Ketua MUI Kota Medan dan alim ulama, Wakil Ketua DPRD Sumut Harus Nasution, Ketua PWI Sumut, H Ajib Shah, Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, Guru Besar UIN-SU, Prof DR H Mudzakir MA.

“Dia (Rahmat Shah) adalah pejuang otonomi daerah. Kiprah sosialnya menjadi panggilan jiwa raga. Dia adalah pejuang sosial. Di atas semuanya, Bang Rahmat juga pecinta satwa sebagai penyanggah kehidupan untuk tujuan konservasi, pengetahuan dan rekreasi. Sangat pantas beliau dijuluki pejuang konservasi alam,” ucap La Nyalla disambut aplaus hadirin.

Di mata La Nyalla, Rahmat Shah melakoni kehidupan dengan ceria dan gembira. Tak gentar dengan penyakit kanker prostat yang diderita. Berkat doa dan sedekah akhirnya sembuh dan menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Karena itu, La Nyalla berharap, Bintang Mahaputera Nararya yang diterima Rahmat Shah di usia ke-70 menjadi energi tak terbatas dalam ketulusan hati mencintai makhluk ciptaan Tuhan.

Wakil Gubernur Sumut, H Musa Rajekshah dalam sambutannya mengatakan, penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya kepada Rahmat Shah merupakan kebanggaan bagi daerah Sumatera Utara. Terlebih dalam pengabdian tanpa pamrih yang telah dilakukan President of Rahmat Foundation Indonesia tersebut.

“Ini menjadi motivasi bagi kita agar lebih banyak putra-putri Sumatera Utara yang meraih prestasi tidak untuk diri sendiri tetapi bagi orang lain. Mudah-mudahan lebih banyak mendapatkan Bintang Mahaputera lainnya. Untuk Pak Rahmat Shah teruslah berbuat yang terbaik untuk Indonesia juga Sumatera Utara,” harapnya.

Untuk diketahui, penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya kepada DR H Rahmat Shah sebagai anggota DPD RI diserahkan langsung oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo di Istana Negara pada 13 Agustus 2020. Atas penganugerahan tersebut, Rahmat Shah menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti.

“Saya sebenarnya sudah tidak mengejar lagi. Tetapi saat sahabat saya, La Nyalla jadi Ketua DPD RI, saya didorong lagi, untuk ke-7 kalinya, dan diyakinkan untuk mau berjuang, beliau yang mendukung penuh sebagai kandidat penerima tanda jasa. Dan Alhamdulillah, atas karunia Allah SWT, akhirnya saya termasuk dari salah satu penerima tanda jasa Bintang Mahaputera Nararya yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia,” tutur Rahmat Shah.

Bagi Rahmat Shah, penghargaan tersebut berkat doa dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat sekaligus motivasi untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa. “Ini milik kita semua. Bahwa seorang putra bangsa yang lahir di Perdagangan, kampung di pinggiran Sungai Bah Bolon bisa meraih prestasi tertinggi atau anugerah tertinggi di Republik Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Rahmat Shah mengajak seluruh komponen bangsa, untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh dengan niat ikhlas untuk kemajuan daerah dan negara ini. “Dengan niat yang tulus semuanya bisa terjadi. Jadi marilah kita sama-sama melakukan kebaikan sekecil apapun kepada siapa pun dimana pun kita berada,” ujarnya.

Acara yang digelar dengan protokol kesehatan ini diawali santap sambil menyaksikan film dokumenter perjalanan karir dan pengabdian seorang Rahmat Shah untuk daerah dan Indonesia. Sejumlah tokoh nasional tampak memberi apresiasi terhadap setiap inovasi yang dilakukan.

Mulai pendirian Rahmat International Wildlife Museum & Gallery sebagai lembaga konservasi pertama di Asia, pendirian Monumen Nasional Keadilan, bakti sosial melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut dalam penanganan bencana di sejumlah daerah. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan cenderamata kepada pimpinan DPD RI. (dra/metro24.co)