Lokasi perkebunan

SEI RAMPAH-M24

Tulang belulang manusia ditemukan di areal perkebunan. Kondisinya sudah tidak utuh. Meski begitu, sebagian gigi masih melekat.

Kerangka manusia ditemukan secara terpisah di areal perkebunan PT Sidojadi Afdeling I Blok III Pasar 3/4, Desa Sei Paret, Kec Sei Rampah, Sergai, Sabtu (2/11).

Keterangan dihimpun M24, kerangka pertama kali ditemukan, Minggu (17/10), oleh mandor kebun atas nama Adi (45). Ia saat itu melakukan pengecekan di lokasi kebun yang direplanting. Saat itu Adi menemukan tulang bagian kepala yang tidak utuh. Sebagian gigi masih melekat. Temuan itu dilaporkan ke pihak perkebunan dan diteruskan ke Polsek Firdaus.
Selanjutnya petugas polsek yang tiba di lokasi mengevakuasi tulang tersebut lalu dibawa ke RS Sultan Sulaiman. Namun saat akan dilakukan pemeriksaan dokter forensik RS Sultan Sulaiman mengatakan tulang tersebut masih banyak kekurangannya.

Loading...

Hingga akhirnya pihak Polsek Firdaus, Jumat (1/11) sore kembali menuju lokasi. Petugas menggunakan alat berat excavator perkebunan yang sedang bekerja untuk menggali di lokasi tersebut. Akhirnya ditemukan sepotong celana panjang warna hijau di dalamnya terdapat tulang kaki kanan dan kiri dan di saku celana itu ditemukan sampul buku nikah.
Bahkan sekitar 2 meter kembali ditemukan celana panjang warna cokelat yang juga berisikan tulang belulang. Terdapat pula tali nilon dan kain berwarna putih.

Untuk menyelidiki tulang belulang tersebut, pihak Polsek Firdaus mengevakuasi tulang ke RS Sultan Sulaiman untuk diteliti.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Hendro Sutarno kepada M24 mengatakan terdapat tiga pakaian yang berisi tulang belulang. Namun ia belum bisa memastikan peristiwa apa yang menimpa dari tulang belulang itu. “Masih belum bisa memberikan keterangan lebih karena pihak dokter juga belum bekerja. Kita mengimbau jika ada yang merasa kehilangan keluarga, bisa melaporkannya ke kantor polisi terdekat,” papar Hendro Sutarno.

Sementara itu keterangan dihimpun M24 di lokasi temuan tulang tersebut, Sabtu (2/11) melalui Anto (38), operator alat berat kebun tersebut. Awalnya ia dan rekannya Kelik (35) menanam batang pohon sawit yang direplanting. Setelah beberapa hari, Adi, mandor kebun melakukan pengecekan hasil kerja mereka dan diketahui ada tulang manusia. “Banyak tulangnya dan sudah hancur terpisah,” papar Anto.

Selanjutnya, Sabtu (1/11) sore lanjut Anto, pihak kepolisian kembali mendatangi lokasi dan ditemukan lagi tulang dan celana.

Anto menambahkan beberapa warga menyaksikan kerangka tulang tersebut diduga lebih dari satu orang. Kuat dugaan adanya kesengajaan dibuang atau ditanam di lokasi perkebunan tersebut. “Sejauh ini, orang sini gak ada yang merasa kehilangan keluarga,” bebernya.

Pantauan M24, lokasi temuan tulang itu sekitar 2 Km dari perkampungan Desa Senayan dan sekitar 4 Km dari perkampungan Desa Sei Paret. Untuk menuju lokasi, harus melintasi jalan umum. Lalu masuk ke kebun sawit berjarak sekitar 500 meter dari jalan umum. Terpisah dokter di RS Sultan Sulaiman, dr Gafar ketika dihubungi M24 menuturkan pihaknya baru meneliti temuan kerangka manusia itu, Senin (4/11). “Jenis kelaminnya maupun jumlah kerangka tulang itu satu atau dua orang atau tiga orang kita belum tahu,” papar Gafar. (darmawan)