Kota Semarang,Metro24.CoPasca melakukan kunjungan ke Desa Gintungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), melanjutkan kunjungannya ke Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (26/08/2021).

Arahan dan pengalaman dipaparkan oleh Surya Tjandra dalam pertemuan singkat tersebut. Dalam hal ini, Wamen ATR/Waka BPN, Surya Tjandra berkata bahwa saat ini, data tanah di daerah mulai lengkap sebagai wujud suksesnya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Ia menyebut bahwa beberapa negara berkembang yang kemudian menjadi negara maju seperti Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia, dimulai dari pembenahan kadastral.

“Buat saya, PTSL ini adalah terobosan genius, mengubah pola pikir yang awalnya BPN menunggu masyarakat untuk mendaftarkan tanah, dengan adanya PTSL membuat kita seolah dipaksa turun, itulah yang dinamakan revolusi pelayanan,” tuturnya.

Surya Tjandra juga menuturkan bahwa dengan implementasi PTSL, dalam waktu yang lumayan singkat, citra Kementerian ATR/BPN beserta seluruh satuan kerjanya di daerah berangsur-angsur berubah ke arah yang lebih positif dan manfaat dari PTSL langsung dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Percayalah, ini yang menjadi modal penting dalam pembangunan, negara akan punya perencanaan yang lebih rapi, masyarakat merasa dilayani, semua proses terjadi karena akselerasi yang luar biasa ini, tentunya ini karena perjuangan bapak ibu semua,” jelasnya.

Lebih lanjut, Surya Tjandra menuturkan bahwa proses kerja saat ini telah masuk pada tataran praktis yaitu kombinasi pemahaman dan pengalaman sebagai sarana penyelesaian masalah. Ia juga yakin bahwa Jawa Tengah dapat menjadi percontohan akan terobosan pelayanan agraria yang lebih baik.

“Saya merasa bahwa Kementerian ATR/BPN ibarat jangkar pembangunan karena menghubungkan berbagai sektor,” tuturnya.

“Silahkan berkembang, akan kita jaga, baik itu dari segi tata ruang, prosedural dan kepastian hak. Hal ini juga membantu teman-teman dari lintas sektor untuk bekerja dengan nyaman karena kita yang menjaga dan merawat serta memelihara melalui penataan ruang. Kita semua inilah yang menjaga harta bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ibarat jangkar yang dikatakan oleh Wamen ATR/Waka BPN adalah dari peran Kementerian ATR/BPN yang saat ini sebagai ujung tombak perencanaan tata ruang yang kemudian diaplikasikan pada pembangunan. Karena suksesnya pembangunan diawali dengan perencanaan yang matang, sehingga pada pelaksanaan yang melibatkan peran lintas sektor dapat berjalan dengan baik dan dengan hasil yang maksimal.

Dalam kesempatan ini, Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah berkata bahwa Wamen ATR/Waka BPN senantiasa punya gagasan besar yang seringkali belum pernah terpikirkan. Seolah-olah terus berkutat di pekerjaan rutin.

“Ketika diskusi dengan Pak Wamen, selalu ada ide besar. Tentunya arahan Pak Wamen dapat memotivasi kami semua untuk senantiasa membuat inovasi,” tutupnya. (AR/RZ/RS/Red)