Para pihak dalam sidang online di PN Medan. (foto: anggun/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Dwi Setyo, menyatakan kasasi atas putusan onslagh terhadap Dr Benny Hermanto Jap selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition, terdakwa dalam perkara penipuan bisnis kopi dengan pihak Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia sebesar Rp356.939.000,-.

Hal ini disampaikan Kajari Medan, Dwi Setyo, melalui Kasi Pidum, Parada Situmorang kepada wartawan, Selasa (30/06/20), sesuai pembacaan putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong. “Kami akan kasasi setelah disetujui pimpinan,” ujarnya, Selasa (30/6/2020).

Parada menjelaskan, pihak penuntut umum telah membuktikan terdakwa bersalah, bahkan Dr Benny Hermanto Jap selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition juga telah dituntut selama tiga tahun penjara.

Sebelumnya pada hari yang sama, Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong memutuskan terdakwa dibebaskan dalam kasus ini. Dalam pertimbangan meski ada perbuatan yang dilakukan terdakwa bukanlah suatu tindak pidana atau oonslag. Disebutkannya, bahwa ini perkara keperdataan antara dua perusahaan dan bukan tanggungjawab per individu.

Legal perusahaan PT Opal Coffee Indonesia, Kana Desen, mengaku kecewa atas putusan ini. Pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke jaksa untuk kasasi agar mendapat keadilan di MA.

“Kita kecewa sekali atas putusan ini. Nantinya kita akan menyurati rasa kekecewaan ini ke instansi yang berkaitan dengan kasus ini, baik di hakim pengawas Pengadilan Tinggi maupun Badan Pengawas (Bawas) MA,” kata Kana.

Padahal kata Kana, kliennya sudah berusaha baik menjual kopi ke korban tetapi hingga akhirnya tidak dibayar hingga menyebabkan korban dan perusahaan mengalami kerugian.

“Kalau seperti ini peradilan kita, pengusaha-pengusaha lain tidak mau berinvestasi di Indonesia. Karena, ada yang menjadi korban dan mengalami kerugian malah tidak mendapat keadilan,” ungkapnya.

Bahkan lanjut, Kana, terlihat jelas tidak konsistennya pengadilan dalam penegakan hukum. Sebab, sebelumnya terdakwa Benny Hermanto telah mengajukan Pra peradilan atas penetapan sebagai tersangka pada waktu itu, tetapi ditolak hakim.

“Jelas-jelas dalam prapid ditolak karena putusannya ada perbuatan pidana dan tetapi disini malah dihilangkan unsur pidananya. Terdakwa Dr Benny Hermanto juga pernah menjadi DPO di kepolisian,” ungkapnya.

Diketahui, Dr Benny Hermanto (65) warga Green Garden Blok C-II / 37 RT/RW 009/003 Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu didakwa telah melakukan penipuan terhadap Surya Pranoto sebesar Rp356.939.000.

JPU Joice V Sinaga dan Arta Sihombing, menyebutkan, terdakwa Benny Hermanto selaku Direktur PT Sari Opal Nutrition dan Surya Pranoto selaku Direktur PT Opal Coffee Indonesia sudah berteman sejak tahun 1996.

Terdakwa membeli kopi dari perusahaan milik Surya Pranoto sejak tahun 2016 dan pembayaran seluruh pesanan dibayar oleh sesuai penagihan. Setelah 60 hari barang diterima, terdakwa tidak melakukan pembayaran. Surya Pranoto sempat menghubungi terdakwa untuk menagih pembayaran.

Namun, terdakwa berhasil meyakinkan Surya Pranoto dengan kata-katanya. Penjualan kopi kepada terdakwa terus dilakukan. Hingga ada 15 bon faktur penagihan yang dikirim, hanya 2 bon yang dibayar. Sisanya masih ada 13 bon faktur belum dibayar. Akhirnya karena tidak kunjung dibayar kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Medan. (anggun/metro24.co)