Tersangak saat diboyong di Kejari Binjai

BINJAI-M24
Buronan perkara dugaan pemberian fasilitas kredit dengan jaminan atau objek agunan fiktif pada tahun 2009, ditangkap petugas kejaksaan negeri (kejari) Binjai.

Tersangka DS ditangkap tim gabungan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Tim Penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Binjai. Ia disergap dari kawasan pemukiman di Kel Tembakan, Kec Jalan Cagak, Kab Subang, Jawa Barat, Kamis (25/4).

“Dalam perkara ini, tersangka DS berperan sebagai debitur. Dia diduga ikut melakukan permufakatan jahat terkait pemberian fasilitas kredit bersama unsur pejabat bank,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, yang juga pimpinan operasi penangkapan, Victor Antonius SaragIh Sidabutar, Jumat (26/4).

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, total kerugian negara yang ditimbulkan dari perkara itu terhitung mencapai Rp4,1 miliar.

Loading...

Victor mengatakan, sebelum menangkap tersangka DS, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengintaian dan pencarian selama tiga hari ke beberapa wilayah di Kab Subang, Jawa Barat. Kawasan ini dicurigai menjadi tempat persembunyian pria tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kita terima, selama berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tersangka DS kerap berpindah- pindah tempat tinggal,” terangnya didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Asepte Gaule Ginting, dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Erwin Nasution.

Victor melanjutkan pada Kamis (25/4) pagi, pihaknya mendapatkan informasi keberadaan tersangka DS. Dia dilaporkan menetap pada sebuah kawasan pemukiman, di Kel Tembakan, Kec Jalan Cagak, Kab Subang. Seketika itu pula, tim bergerak menuju lokasi terkait dan menangkap DS. DS diciduk sewaktu mengutip iuran pinjaman dari para nasabahnya.

“Usai ditangkap, hari itu juga tersangka DS kita bawa menuju Kota Binjai,” ujar Victor.

Disebutkannya, DS melanggar Pasal 2 ayat (1) sub Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31/1999, sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-satu KUHPidana. Saat ini pun, lanjutnya, DS dititipkan sementara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Binjai, sebelum dibawa untuk
mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kota Medan.

Seperti diketahui sebelumnya, Tim Penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Binjai, menetapkan tiga tersangka terkait perkara dugaan pemberian fasilitas kredit dengan jaminan fiktif oleh PT BRI Tbk Kantor Cabang Pembantu Jalan Brigjen Katamso, Medan, sejak 8 Oktober 2018.

Ketiga tersangka itu antara lain, mantan Pemimpin Kantor Cabang Pembantu PT BRI Tbk, Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, AS, mantan Pejabat Pelaksana Penilaian Kredit, OS, dan DS, nasabah pemohon kredit atau debitur. Dalam hal ini, dua dari tiga tersangka, yakni AS dan OS, telah ditahan dan sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan
Tipikor, Kota Medan. (sopian)