Medan, Metro24.co – Keberpihakan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kepada masyarakat kecil akan mengangkat citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di mata masyarakat.

Hal itu dikatakan Dr. Dedi Sahputra MA dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Medan Area (Fisipol UMA), Jumat (19/2). “Keberpihakan kepada masyarakat kecil yang lemah secara hukum bukan hal sepele karena hal ini adalah sesuatu yang akan membentuk perspeksi di tengah masyarakat tentang Polri,” ujar Dr. Dedi yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ini.

Hal ini dikatakannya berkaitan dengan penindakan yang dilakukan jajaran Polda Sumut terhadap seorang pria pemalak pedagang sate. Menurutnya dalam peristiwa tersebut mengandung content human interest sehingga akan menarik perhatian orang banyak. “Mungkin saja di tukang sate itu orang miskin, atau orang yang kesulitan ekonomi dan terpapar dampak pandemi Covid-19 dan sebagainya. Ketika tukang sate tersebut mendapatkan perlakuan premanisme maka berpotensi untuk melibatkan emosi khalayak,” jelasnya.

Saat itu ketika jajaran Polri hadir menindak si terduga pemalak, maka akan banyak rasa keadilan masyarakat yang terwakili di sana. “Hal-hal seperti ini akan menimbulkan efek rasa aman bagi masyarakat kecil dengan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat,” sebutnya lagi.

Sebelumnya seperti diberitakan, seorang pria tersangka pelaku pemalakan pedagang sate yang viral di media sosial diringkus Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Sunggal. Penangkapan terhadap preman kampung itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi didampingi Kanit Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak.

“Sedangkan tersangka sendiri berinisial RS, 40, warga Jalan Binjai Km 12 desa, Muliorejo kecamatan Sunggal, kabupaten Deliserdang,” ujar Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi didampingi Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak didampingi Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring di Mapolsek Sunggal, Selasa, (16/2/2021).

Lebih lanjut dijelaskan Kapolsek, setelah vidio pemalakan tersebut viral dan mendapat tanggapan dari netizen, tersangka langsung bersembunyi.

“RS langsung bersembunyi setelah video pemalakan yang dilakukannya beredar luas di dunia maya dan memancing reaksi luar biasa dari netizen yang mengecam perbuatan tersangka. Namun, kita langsung melakukan pencarian dan berhasil meringkus tersangka dari lokasi persembunyiannya,” jelas mantan Kapolsek Medan Labuhan ini. Akan tetapi, kata Kapolsek, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan karena hingga saat ini belum ada melaporkan yang bersangkutan.

“Berhubung belum ada pengaduan secara resmi, maka kita lakukan pembinaan dan kita imbau masyarakat yang pernah menjadi korban pemalakan oleh RS agar segera melapor ke Polsek Sunggal dengan membawa bukti yang ada sehingga dapat segera diproses secara hukum,” pungkas Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 ini. (red)