Sarpan. (ir/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Saksi kasus pembunuhan yang dianiaya polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Sarpan (57) menjalani pemeriksaan perdana di Mapolrestabes Medan, Rabu (29/7/2020).

Pantauan wartawan di lokasi, Sarpan hadir ke Gedung Satreskrim Polrestabes Medan didampingi keluarga beserta kuasa hukumnya, M Sa’i Rangkuti. “Kami mendatangi gedung Satreskrim Polrestabes Medan, dalam rangka proses pemeriksaan LP penganiayaan,” kata Rangkuti sebelum memasuki ruangan penyidik.

Ia mengatakan, panggilan polisi kepada kliennya itu sudah seminggu lalu. Namun karena kondisi kesehatan korban yang belum memungkinkan sehingga tertunda.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan yang dialami Sarpan ini bermula saat ia dijadikan saksi kunci pembunuhan Dodi Sumanto (40), pada Kamis (2/7). Sumanto dibunuh A, anak dari pemilik rumah yang sedang direnovasi.

Dalam keterangan persnya, Kamis (9/7), polisi mengatakan A menghabisi nyawa Sumanto dengan cara memukul bagian belakang kepalanya sebanyak dua kali dengan cangkul hingga tewas. Karena menjadi saksi kasus pembunuhan ini, polisi membawa Sarpan ke Mapolsek Percut Sei Tuan guna diselidiki. Tetapi, Sarpan ditahan selama lima hari dan mendapat sejumlah penyiksaan yang dilakukan oknum polisi setempat.

Dalam kasus ini, Polrestabes Medan menyatakan enam personel Polsek Percut Sei Tuan dinyatakan bersalah dan disidang disiplin. Selain itu, Kompol Otniel Siahaan yang saat itu menjabat sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan dicopot dan digantikan AKP Ricky Pripurna Atmaja sebagai pejabat sementara. Termasuk Kanit Reskrim, Iptu Luis Beltran, saat ini tidak diketahui dipindahkan ke mana dan digantikan Iptu Rianto. (ir/metro24.co)