Terdakwa saat bersidang di PN Medan

PT MEDAN-M24
Pengadilan Tinggi (PT) Medan menerima banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumut terhadap Himma Dewiyana Lubis, Dosen USU yang menjadi terdakwa dalam kasus UU ITE.

PT Medan menghukum Himma Dewiyana dengan pidana penjara selama 1 tahun serta denda Rp10 juta subsider 3 bulan.

PT Medan mengubah putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang sebelumnya menghukum Himma Dewiyana 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan.

Dikutip dari website PT Medan, putusan itu dibacakan oleh tim majelis hakim yang diketuai Agustinus Silalahi pada tanggal 5 September 2019 lalu.

Loading...

Majelis hakim menyatakan dosen Fakultas Ilmu Budaya itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian sudah mengetahui putusan PT Medan terhadap Himma Dewiyana. Namun pihaknya belum bisa mengeksekusi terdakwa.

“Jaksanya itu sudah menerima bandingnya. Tapi mereka belum tahu, terdakwanya menerima atau melakukan upaya hukum lainnya. Jadi kita lihat sikap terdakwanya,” ucap Sumanggar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/10).

Untuk diketahui, Himma Dewiyana Lubis, diadili karena menuliskan ujaran kebencian berbau SARA melalui media sosial facebook, pascateror bom di Surabaya tahun 2018.

Himma menuliskan kalimat “Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden# dan #Ini dia pemicunya Sodara, Kitab Al-Quran dibuang # dalam akun facebook miliknya pada 12 Mei 2018. (ansah)