JAKARTA, Metro24.Co – Hasil tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap tindakan gratifikasi dari Universitas Negeri Jakarta ke pejabat Kementerian ternyata diserahkan penanganannya ke kepolisian. KPK menyerahkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan, kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Pada 21 kemarin malam, memang ada penyerahan satu dokumen beserta tujuh orang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi kepada Polres Metro Jaksel oleh KPK. Terkait kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan salah satu pegawai UNJ kepada pegawai Kemendikbud RI,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu, 23/5/20.

Selanjutnya kasus ini menjadi tugas Direktorat Reserese Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Acara pelimpahan berlangsung di Polda Metro Jaya, Sabtu siang oleh Pelaksana Tugas Jurubicara KPK Ali Fikri kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Roma Hutajulu. “Langsung didalami dengan teliti dan gelar perkara untuk mengetahui konstruksi peristiwanya,” lanjut Yusri.

Sebelumnya, KPK menggelar OTT terhadap Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor, pada Rabu, 20 Mei 2020, sekitar pukul 11.00 WIB. KPK mengamankan Dwi Achmad Noor di lingkungan Kemendikbud. Menyusul penangkapan Dwi Achmad Noor, KPK juga memeriksa sejumlah pejabat terkait dugaan gratifikasi kepada pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tak kurang dari tujuh pejabat UNJ yang menjalani pemeriksaan ini.

Selain Rektor Universitas Jakarta (UNJ), Komarudin dan Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor, yang menjalani pemeriksaan antara lain Kemudian, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Sofia Hartati; Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Tatik Supartiah; Karo SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti; Staf SDM Kemendikbud, Dinar Suliya; serta Staf SDM Kemendikbud, Parjono.

Sekarang penanganan kasusnya di kepolisian. Kita tunggu perkembangannya. (Ali/metro24.co)
Editor: Arpani