Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya memperkenalkan aplikasi Harmoni Desa pada Bimtek Karang Taruna Sumut, Selasa (9/10). (M24/Indra)

MEDAN-M24
Sebagai mitra pemerintah, Karang Taruna Sumatera Utara (Sumut) harus bisa menjadi penggerak pembangunan di desa demi masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Karang Taruna Sumut yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dan Karang Taruna Sumut di Griya Hotel, Medan, 8-9 Oktober 2019. Turut hadir Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Provsu, Cut Nurhayati, S.Sos, pengurus Karang Taruna Sumut dan pengurus Karang Taruna kabupaten/kota.

Menurut Dedi Dermawan, desa dan kelurahan adalah basis kekuatan dalam pembangunan ekonomi kreatif. Hanya saja, potensi ini belum seluruhnya dikelola dengan baik. Padahal lima tahun ke depan, usia produktif akan lebih besar gejolaknya.

“Untuk itu, bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan. Bagaimana Karang Taruna Sumut yang berbasis di desa dan kelurahan bisa berinovasi, berkreasi dan mandiri dalam menciptakan kelompok-kelompok kreatif. Membuat wadah kewirausahaan dengan basis data terkait potensi yang dimiliki setiap desa/kelurahan,” ucap Dedi Dermawan, Selasa (9/10).

Loading...

Dalam hal itu, lanjutnya, pengurus Karang Taruna Sumut membuat aplikasi berbasis data bernama Harmoni Desa dengan tagline ‘membangun desa menata kota’. Sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur menjadikan Sumatera Utara ini bermartabat.

Pada kesempatan itu, Dedi Dermawan yang hadir sebagai narasumber memaparkan keberadaan aplikasi Harmoni Desa tersebut. Dimana aplikasi Harmoni Desa memiliki empat produk, yaitu Dashboard Harmoni Desa, Sistem Administrasi Pemerintah Desa (Smart Desa), Smart Koperasi dan Website Desa.

Dashboard Harmoni Desa adalah informasi elektronik berpusat di provinsi berisi data desa, pembangunan desa, kawasan desa, potensi desa, sumber daya alam, sumber daya manusia dan lainnya yang berkaitan dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Data ini dihimpun mulai dari desa yang terintegrasi ke provinsi.

Smart Desa ini ditujukan untuk mendorong terbangunnya keterbukaan informasi publik. Sementara Smart Koperasi sendiri nantinya membantu pemerintah kabupaten/kota untuk ikut mengambil peranan dalam pengembangan potensi yang dimiliki. Salah satunya menggalakkan pertumbuhan kelompok-kelompok kreatif.

“Karang Taruna Sumut siap menjadi bapak asuh bagi kelompok-kelompok kreatif untuk mengembangkan kreasinya. Seperti bantuan modal dan pemasaran produk yang dihasilkan tanpa melalui penampung (ijon). Sehingga hasil yang didapat bisa lebih besar,” jelasnya.

Adapun Website Desa berisi informasi dari setiap inovasi baik dari sisi ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, hingga teknologi yang dapat mempermudah kehidupan masyarakat desa. Di aplikasi Website Desa ini juga masyarakat dapat mengakses transparansi penggunaan dana desa.

Sebelumnya, pada pembukaan Bimtek Karang Taruna Sumut, Senin (8/10), Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Provsu, Cut Nurhayati, S.Sos mengapresiasi pelaksanaan kegiatan. Dirinya berharap Karang Taruna Sumut dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam menangani permasalahan yang ada di desa. (dra)