Kapolda Sumut saat tinjau razia masker di Stasiun Kereta Api. (foto: ist/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin tinjau pelaksanaan Razia Operasi Yustisi 2020 untuk mendisiplinkan masyarakat patuhi protokol kesehatan yang digelar serentak di seluruh wilayah Sumatera Utara, Senin (14/9/2020).

Razia Operasi Yustisi 2020 ini melibatkan kurang lebih 100 personel dari unsur TNI, Polri dan pemerintah di setiap lokasi pelaksanaan razia. Dalam peninjauan tersebut, kapolda terlihat ikut melakukan razia terhadap warga yang tidak mengenakan masker, sekaligus memakaikan masker kepada warga.

Pelaksanaan operasi yustisi ini dibagi menjadi 4 titik di seputaran Lapangan Merdeka Kota Medan. Di antara lokasi yang didatangi Kapolda adalah Stasiun Kereta Api Medan, mulai dari loket hingga ruang tunggu keberangkatan penumpang.

Jenderal bintang dua ini mengatakan kegiatan ini dlaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Kita melibatkan seluruh elemen, baik dari TNI, Polri dan Pemerintah Sumut yang secara serentak hari ini melaksanakan operasi yustisi,” jelas Irjen Martuani.

Nantinya setiap pelanggar akan diberikan sanksi dan denda bervariasi, mulai dari yang sanksi sosial berupa tindakan fisik dan melaksanakan sidang yang dipimpin pihak kejaksaan yang nantinya KTP akan dilakukan penahanan selama 3 hari.

Untuk tempat usaha yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan akan diberikan sanksi untuk menutup usahanya sementara. “Untuk sanksi berupa denda uang masih akan disosialisasikan lagi,” ucap Kapolda.

Kapolda menyampaikan harapannya dengan dilaksanakannya razia Operasi Uustisi ini dapat menimbulkan kesadaran diri masyarakat akan pentingnya kesehatan di tengah pandemi covid-19 yang masih marak dan terus memakan korban, sekaligus semoga apa yang pemerintah laksanakan ini dapat menekan jumlah korban yang terpapar covid-19.

“Saya juga berharap masyarakat patuh bukan karena takut akan sanksi atau denda yang diberikan, tapi karena takut akan terpapar covid-19 sehingga masker dan anjuran protokol kesehatan lainnya sudah menjadi hal yang diharuskan saat akan beraktifitas dan jangan ada lagi alasan lupa ataupun lain lain,” tegasnya. (red/mpo/metro24.co)