Para anak-anak dan remaja memanfaatkan jambur sebagai sarana olah raga bela diri.

KARO-M24

Kepala Desa (Kades) Tanjung Pulo, Kec Tiganderket, Kab Karo, Daniel Sitepu berencana akan memanfaatkan sebagian anggaran dana desa (ADD) tahun 2019, untuk pemberdayaan masyarakat di bidang olah raga, kesenian dan juga ketrampilan.

“Itupun kalau mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat desa. Rencana kegiatan ini, masyarakat tidak merasa terbebani,” katanya saat menyaksikan pelatihan beladiri jenis karate di Jambur Tanjung Pulo, kemarin lalu.

Menurutnya, alasan membangun sarana olah raga merupakan salah satu dari empat program wajib dana desa. Sedangkan tiga program lainnya yakni: mewajibkan menemukan produk unggulan desa, mendirikan BUMDes dan Embung Desa.

Loading...

“Dari keempat kewajiban itu, lahan sarana olah raga adalah hal yang paling jarang dibahas. Selain factor kesibukan dalam mengurus lahan pertanian sebagai sumber utama pencaariaan warga desa, sarana untuk membangun fasilitasnya bakal menyedot dana yang tidak sedikit tentunya,” ujarnya.

Hal itulah yang membuatnya tidak dijadikan sebagai skala proritas desa, padahal olahraga sangat mendukung berbagai hal positif dan secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan jasmani masyarakat.

“Kalau jasmani kita sehat, tentunya menjauhkan kita dengan yang namanya penyakit. Disamping itu, peran pemerintah desa dalam mengarahkan anak-anak maupun remaja berolah raga, dapat mengurangi dampak dari kenakalan pada umumnya,” cetusnya.

Selain itu, tambahnya, olah raga juga membina mental, mengedepankan sportivitas, beradu tangkas, strategi maupun beradu gesit. Dicontohkannya seperti olah raga bola kaki dan voly, yang melibatkan banyak pemain dalam jummlah besar.

“Semuanya dilakukan dengan semangat yang positif untuk dikembangkan. Apalagi untuk mencapai keberhasilan sebagai juara, para pemain dituntut mewujudkan kerjasama tim yang kuat dan hebat,” bebernya. (sekilap)

editor: juni ardi tanjung