JAKARTA, Metro24.Co – Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa sampai saat ini vaksin Covid-19 belum tersedia. Namun, sambungnya, kita jangan terlalu resah dan ketakutan berlebihan sehingga itu berdampak buruk terhadap kesehatan kita sendiri, sosial ekonomi dan kamtibmas di masyarakat.

“Vaksin memang belum tersedia. Apa lantas kita berdiam diri? Kan tidak!” tegas Komjen Agus dalam rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Mingguan Operasi Kepolisian Terpusat Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 via video conference dari Ruang Pusdalsis Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 14/5/2020. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Humas Polda Metro Jaya (@humas.pmj) on

Rapat melalui konferensi video ini diikuti oleh Dir Sosbud Baintelkam Polri selaku Kasatgas 1, Dir Samapta Korsbhara Baharkam Polri selaku Kasatgas 2, Kapusdokkes Polri selaku Kasatgas 3, Danpaspelopor Korbrimob Polri selaku Kasatgas 6, Karodalops Sops Polri, Karorenmin Baharkam Polri, Karobinopsnal Baharkam Polri dan Para Kapolda selaku Kapospda serta Kapolres selaku Kaopsres di wilayah.

Komjen Agus juga menegaskan bahwa saat ini kondisi sosial ekonomi masyarakat sudah mulai terganggu, pendapatan masyarakat tergerus, bahkan ada yang tidak berpenghasilan saat ini karena terdampak wabah Covid-19. “Ini lama-lama masyarakat bukan meninggal karena Covid-19, tapi karena kelaparan, karena berkelahi, meninggal dikeroyok akibat mencuri karena kelaparan dan lain sebagainya,” ujar Komjen Agus.

Lebih lanjut Kabaharkam mengemukakan framing terhadap Covid-19 ini perlu kita pertanyakan. Di berbagai penjuru dunia kita melihat semuanya ketakutan berlebihan, padahal banyak di dunia ini virus lain dan setiap tahunnya merenggut banyak korban jiwa.

Jangan mau terjebak peradaban, kehidupan kita harus terus berjalan, patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan seperti seperti cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. “Itu kan budaya dan peradaban positif tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kalau framing ketakutan berlebihan terhadap Covid-19 ini jelas akan merusak peradaban dan kehidupan sosial ekonomi kita, kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” tandas Kabaharkam. (Ali/metro24.co)
Editor: Arpani