Bandrek

BINJAI-M24

Ketika digerebek petugas kepolisian, Indra alias Bandrek (28) coba menelan dua paket sabu. Untungnya petugas bisa menggagalkan keinginan juru parkir (jukir) tersebut.

Indra alias Bandrek, warga Dusun V Gang Khadir, Desa Tandam Hulu ll, Kec Hamparan Perak, Kab Deli Serdang, diamankan di Jalan T. Amir Hamzah, Dusun I, Desa Tandam Hilir I, Kec Hamparan Perak, Kab Deli Serdang, tepatnya di belakang sebuah rumah toko (ruko).

Kasubbaghumas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, mengatakan, dari tersangka yang berpotongan rambut botak ini, petugas mengamankan barang bukti berupa 2 paket kecil sabu yang dikemas dalam plastik klip, 1 alat pengisap sabu yang dikemas di botol air mineral kecil yang ujungnya tersambung pipet plastik dan pirek kaca tersambung dengan karet dot berwarna kuning, 3 mancis dan 3 plastik klip kosong.

Loading...

Bandrek ditangkap pada Senin (9/9). Kala itu personel Polsek Binjai mendapat informasi di belakang ruko ada beberapa pemuda sedang memakai sabu.

Laporan warga ditindaklanjuti oleh Kanit Reskrim Polsek Binjai Ipda J. Sitanggang bersama Unit Opsnal. Mereka menuju ruko yang dimaksud. Di situ petugas melihat Bandrek dan langsung mengamankannya.

Pada saat dilakukan penggeledahan, tangan kiri tersangka terlihat merogoh kantong celana sebelah kiri. Lalu mengambil bungkusan plastik klip berisi sabu. Ia dengan coba menelan sabu itu dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti.

Namun, saat barang bukti tersebut akan dimasukkan ke mulut Bandrek, anggota Opsnal memegang lehernya. Upaya Bandrek gagal. “Menurut keterangan tersangka, sabu tersebut dibelinya seharga Rp200 ribu dari seorang pria yang diketahui bernama Jailani,” sambung Siswanto.

Personel melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah tersangka. Dari hasil penggeledahan rumah tersangka yang didampingi Kadus setempat, petugas menemukan alat pengisap sabu yang terbuat dari botol air mineral ukuran Kecil dan mancis 3 buah, serta plastik klip kosong sebanyak 3 buah.

“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Binjai untuk dilakukan proses hukum,” bilangnya. (sopian)