Korban saat ditemukan

SUNGGAL-M24
Suasana di bantaran sungai bendungan, di Jln Setia Tirta, Desa Sunggal Kanan, tepatnya di belakang PDAM Sunggal, mendadak ramai. Pasalnya, seorang siswa SMK disebut-sebut hanyut ketika sedang mandi-mandi di sungai tersebut, Rabu (15/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi diperoleh di lokasi, korban adalah Mikael Alberto Manullang (16), warga Klambir V. Sebelum dikatakan hanyut, Mikael terlihat mendatangi sungai bendungan bersama 8 orang rekannya. Di sana, kesembilan siswa kelas 2 salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta itu asyik mandi di derasnya arus sungai.

Namun keseruan suasana menjadi mencekam. Pasalnya, Mikael yang sempat terlihat berenang menyeberangi sungai mendadak menghilang alias tenggelam. Sontak rekan-rekannya mencoba menolong. Sayang, karena kelelahan, pencarian pun dihentikan.

“Kami tadi mandi-mandi, terus pas kami mau nyeberang, di tengah-tengah dia (korban) capek, nggak sanggup lagi. Terus ketua kelas kami mau nolong, rupanya dia megap juga. Dah habis itu nggak nampak lagi kawan kami itu,” jelas salah seorang rekan Mikael di lokasi.

Loading...

Rekan-rekan Mikael lalu memberitahukan peristiwa itu kepada warga sekitar yang meneruskan ke petugas kepolisian. Warga juga coba melakukan pencarian, namun sia-sia.

Pantauan wartawan, tak lama berselang, petugas Polsek Sunggal sudah tiba di lokasi. Hingga pukul 17:00 WIB, warga masih terus memadati lokasi bersama petugas Basarnas.

Selain Tim Basarnas, pencarian juga dibantu seorang pawang sungai bernama Pak Rian. Pria yang mengenakan celana pendek beberapa kali mengusap wajahnya dengan air sungai. Sembari berjalan, lelaki itu terlihat membacakan sesuatu dari mulutnya.

“Itu namanya pak Rian. Dia memang orang sini. Biasanya kalau ada yang hanyut di sini, dia ajalah yang nyari,” sebut warga.

Benar saja, setelah 2 jam lebih melakukan pencarian, Mikael Albert Manullang akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa. Mikael ditemukan masih mengenakan kaos abu-abu dan celana panjang Pramuka. Mikael ditemukan tak jauh dari titik tenggelam.

Jasad korban berhasil ditemukan berkat arahan sang pawang. Dimana dirinya meminta melepas jala ke sejumlah titik. Tak berapa lama, akhirnya jala Sunar menemukan sasarannya. Tubuh Mikael tersangkut dan berhasil diangkat ke atas perahu karet.

“Iya, arahan dari Pak Rian. Makanya aku jala di situ-situ aja. Karena kata Pak Rian memang di situ jenazahnya,” jelas Sunar kepada wartawan.

Setiba di darat, jasad korban disambut jerit histeris orangtua dan kerabat. Sang ibu Hotnida Boru Sipayung bahkan beberapa kali pingsan. “Kael..Kael..,” jeritnya memanggil nama korban.

Selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kepada awak media, Sang Pawang tak menampik jika setiap tahun, sungai bendungan selalu meminta korban. Dirinya mengaku sudah beberapa kali diminta warga untuk mencari korban hanyut di sungai tersebut.

“Ya, memang setiap tahun. Memang di sebelah situ yang payah diambil korbannya. Karena penunggunya agak bandal di situ. Tadi pun memang saya bilang di atas jam 5 sore baru bisa diambil mayatnya itu,” tutupnya meninggalkan wartawan. (tiopan)