Mayat korban saat ditemukan

SUNGGAL-M24

Feri Jonathan Simanjuntak tewas mengenaskan. Jasad remaja 16 tahun ini ditemukan di tumpukan sampah.

Warga yang bermukim di Jalan Pardede, Desa Mulyo Rejo mendadak geger. Pasalnya, sesosok mayat pria ditemukan di tumpukan sampah tepat di depan perumahan Villa Mulya Mas Jln Medan-Binjai KM 10, Sunggal, Deliserdang, Selasa (7/8) sekitar pukul 05.30 WIB.

Pria tersebut adalah Feri Jonathan Simanjuntak (16), warga Jln Gereja GKPI, Lumban Bagasan, Dusun X, Desa Purwodadi, Sunggal, Deliserdang. Feri ditemukan warga dalam keadaan terlentang di tumpukan sampah dengan menggunakan seragam sekolah pelayaran. Dari hidung Feri terlihat mengeluarkan darah.

Loading...

Informasi yang beredar di lokasi pun simpang siur. Beberapa warga menduga bahwa Feri merupakan korban pembunuhan. Namun tidak satu pun warga yang mengaku mendengar suara gaduh di lokasi sebelum menemukan jenazah Feri.

Sementara dugaan lain mengatakan bahwa Feri merupakan korban tabrak lari. Pasalnya, menurut warga, tidak terlihat barang berharga milik Feri yang raib.

Menurut beberapa tetangga Feri ketika ditemui di rumah duka, Feri merupakan siswa sekolah pelayaran. Sulung dari 3 bersaudara itu sehari-hari diantar orangtuanya ke sekolah. Namun di hari ditemukannya tewas, Feri berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.

“Biasanya diantar bapaknya, kadang mamaknya. Tapi ini tadi ban kereta kempes, jadi dia jalan kaki perginya. Dia jam lima pagi sudah berangkat dari rumah,” ujar pria bermarga Lubis, tetangga Feri ditemui di halaman rumah Feri.

Dikatakannya, hingga saat ini pihak keluarga Feri belum mengetahui pasti penyebab kematian Feri. Namun dugaan sementara pihak keluarga, Feri tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

“Kalau ada yang bilang dibunuh, kami nggak tau. Biarlah polisi yang menjelaskan. Yang kami dengar sampai saat ini karena kecelakaan,” tegas Lubis diaminkan beberapa tetangga lainnya.

Menurut Lubis, Feri merupakan anak yang baik. Tidak pernah terdengar perangai buruk dari Feri. Bahkan Feri sering membantu orangtuanya mencari nafkah.

“Nggak pernah yang aneh-aneh anak ini. Nyari kangkung di sawahnya ini bantu orangtuanya. Kalau musuh, nggak ada lah,” sebut beberapa warga di kediamannya.

Ketika berita ini dikirim ke meja redaksi, jenazah Feri sedang dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pihak keluarga tengah menunggu kedatangan jenazah Feri dan berdoa di rumah.

“Ini sekarang bapaknya di Rumah Sakit Bhayangkara,” tutup warga.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas. Namun, ketika ditanyai lebih mendalam, Syarif belum bersedia menjelaskannya.

“Laka lantas itu. Selengkapnya konfirmasi ke Kanit Lantas aja,” jawabnya.

Sementara Kanit Lantas, Iptu Syahri Ramadhan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Feri tewas akibat tabrak lari. Pasalnya, dari tubuh Feri ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat benturan keras.

“Menurut ibu korban, dia pergi sekolah jam 05.00 WIB berjalan kaki. Setibanya di lokasi, diduga korban ditabrak dan mengalami kaki kiri patah, kepala bagian belakang luka dan hidung mengeluarkan darah,” jelas Syahri.

Selain itu, lanjut Syahri, dari lokasi petugas tidak menemukan barang-barang milik Feri yang hilang.

“Dari lokasi kita amankan barang bukti satu unit HP merk Samsung, sebuah tas warna hitam logo PM dan uang sebanyak Rp12 ribu,” bebernya. (tiopan)