Relawan pendukung Abdullah Rasyid

MEDAN-M24
Pidato politik berapi-api calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo di Yogyakarta, terkait menolak hoaks dan fitnah yang ditujukan kepadanya dinilai menunjukkan provkasi berlebihan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, H Abdullah Rasyid melalui pesan singkat yang diterima redaksi, Minggu (24/3).

“Jangan kita cepat menarik kesimpulan, karena hasilnya bisa keliru,” ujar Abdullah Rasyid.

Rasyid mengingatkan, seringkali pernyataan terbuka Jokowi berbanding terbalik dengan yang disampaikan. Menurutnya, omongan Jokowi tidak bisa dipegang.

Loading...

“Misal, beliau bilang ekonomi meroket ternyata tekor, bilang tidak akan impor ternyata beras, garam sampai cangkul impor. Bilang tidak akan hutang ternyata hutang gila-gilaan,” sebut Rasyid.

Teranyar, saat berpidato lebih dari 30 menit dalam deklarasi dukungan Pilpres 2019 di Stadion Kridosono Yogyakarta, Jokowi mengatakan akan melawan segala fitnah yang ditujukan.

“Siapa yang percaya?,” kritiknya.

Lebih lanjut, sambung Rasyid, pernyataan keras Jokowi itu patut disayangkan. Apalagi ia seorang pemimpin negara yang harus mengayomi rakyatnya.

“Harusnya pemimpin itu menyejukkan, janganlah provokasi rakyat, sampaikan pesan yang penuh harapan. Jangan lagi rakyat dibuat susah terus menerus, sudah hidupnya susah, jangan hati dan perasaannya pun susah,” harapnya.

Rasyid yang juga Caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Dapil DKI 2 ini juga menjelaskan, selama 10 tahun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia, selalu memberikan komentar yang menyejukkan dan tidak pernah mengeluarkan pernyataan berbau provokatif yang menantang rakyatnya.

Dalam pidato politiknya di Lapangan Stadion Kridosono, Yogyakarta, Calon Presiden no urut 1, Joko Widodo mengaku dirinya kerap difitnah selama sekitar 4,5 tahun mulai dari sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga menjadi antek-antek asing.

Namun di hadapan ribuan Alumni Jogja Satukan Indonesia, ia menegaskan tidak akan diam dan akan melawan fitnah atau hoaks yang dituduhkan kepada dirinya.

“Saya sebetulnya sudah diam 4,5 tahun, difitnah-fitnah saya diam, dihujat saya diam, dijelekin saya juga diam, dicela, direndahkan saya juga diam, dihujat dihina-hina saya diam. Tapi hari ini di Yogya, saya sampaikan saya akan lawan,” ucap Jokowi.

Mendengar hal tersebut, ribuan pendukungnya meminta Jokowi melawan hoaks dan fitnah. Jokowi pun menegaskan, dirinya akan melawan hoaks dan fitnah lantaran bukan untuk dirinya, melainkan untuk bangsa Indonesia.

“Ingat sekali lagi akan saya lawan, bukan untuk diri saya, tapi ini untuk negara,” kata Jokowi. (donny)