Tersangka GT di Mapolres Langkat. (rud/metro24.co)

LANGKAT, Metro24.co – Polres Langkat menetapkan GT (31), warga Dusun Bandar Sakti, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Serapit, sebagai tersangka pasca kerusuhan di Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Sumatera Utara (Sumut).

GT merupakan sosok yang disebut sebagai pemicu amuk warga. Karena kesal, ratusan warga kemudian melakukan pembakaran dan penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Perihal status tersangka GT disampaikan Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kasat Reskrim Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa SIK MH. “Penetapan GT sebagai tersangka atas laporan korban Septiana,” katanya melalui sambingan telepon, Selasa sore (14/1/2020).

AKP Teuku Fathir Mustafa menjelaskan, peristiwa itu bermula saat GT menagih uang Rp 20 juta kepada suami Septiana, yakni Memet.

Namun saat itu GT hanya bertemu dengan istri Memet, Septiana. Namun istri Memet itu mengatakan, mereka tak mampu membayar utang sebesar itu.

Karena terjadi cekcok mulut, akhirnya Septiana pergi ke rumah kepada desa (Kades). “Tersangka juga datang ke rumah kepala desa untuk meminta uang tersebut kepada Septiana.

Namun korban menyampaikan tidak mampu membayar, kemudian tersangka langsung emosi dan terjadi adu mulut,” tambahnya.

Tersangka GT kemudian mengeluarkan kata-kata paksaan terhadap korban untuk membayar utang suaminya, sehingga korban merasa dirugikan dan membuat laporan ke Polisi.

Akibat perbuatannya, GT disangka melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun.

Sebelumnya, aksi yang dilakukan GT memicu amuk ratusan warga Desa Tanjung Lenggang, Kamis malam (9/1/2020). Mereka main hakim sendiri, membakar mobil dan sepeda motor serta gubuk milik GT. Warga yang emosi kemudian melakukan penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. (rud/metro24.co)

 

Editor: H Talib