Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution. (foto: istimewa)

MEDAN, Metro24.co – Keputusan pemecatan Rusdi Sinuraya dari Dirut PD Pasar Medan dan 2 orang lagi jajaran direksi dinyatakan sudah tepat dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Bahkan, Pemko Medan memiliki bukti kuat alasan pemecatan dan siap buka bukaan di pengadilan.

“Sejak kita keluarkan surat pemecatan pada 16 Januari lalu dan pengangkatan Nasib sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirut PD Pasar. Maka sejak itu pula seluruh kebijakan dikendalikan oleh Nasib. Bila ada yang melanggar akan diberi sanksi. Semuanya ada konsekuensinya,” tegas Plt Walikota Medan Ir Akyar Nasution kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat pagi (24/1/2020).

Dikatakan Akyar, PD Pasar itu milik Pemko Medan, maka seluruh karyawan mulai dari jajaran Direksi hingga staf dan tenaga honor di PD Pasar harus tunduk aturan yang dikeluarkan Pemko Medan. “Maka kerjalah sesuai arahan Plt Dirut baru (Nasib, red),” ajak Akhyar Nasution.

Menurut Akhyar, pihaknya memutuskan pemecatan Rusdi Sinuraya setelah melalui proses panjang dan pertimbangan dan rekomendasi badan pengawas PD Pasar Medan.

Di mana sebelum dilakukan pemecatan, badan pengawas dan Inspektorat Pemko Medan, yaitu Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) banyak temuan terhadap buruknya kinerja Rusdi Sinuraya.

Rusdi, lanjut Akhyar, dinilai bekerja suka suka dan banyak instruksi dan saran tidak dilakukan. “Banyak temuan oleh badan pengawas dan APIP yang sangat fatal. Hanya saja hasil temuan itu tidak boleh kita publikasi kecuali nanti di Pengadilan,” beber Akhyar.

Kondisi PD Pasar Medan selama ditangani Rusdi Sinuraya tidak menggembirakan karena tidak dikelola dengan baik. Mulai kinerja tidak profesional, penurunan saldo perusahaan dan PD Pasar tidak pernah melakukan investasi. “Semua yang dikelola PD Pasar saat adalah asset Pemko Medan,” tutur Akyar.

Berdasarkan temuan itu, sebut Akhyar, ia selaku Plt Walikota Medan dan Pemko Medan selaku pemilik perusahan harus menyelamatkan PD Pasar. Dan kebijakan yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan profesional tidak ada unsur politik.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya dipecat dari jabatannya. Pemecatan Rusdi tertuang dalam surat keputusan bernomor 821.2/43.K/2020 tertanggal 16 Januari 2020.

Dalam surat keputusan tersebut, tidak hanya Rusdi yang dipecat, tapi juga dua direksi lainnya yakni, Direktur Operasional Yohny Anwar dan Direktur Pengembangan Arifin Rambe.

Disebutkan, terbitnya surat pemecetan karena tidak mampu memperbaiki kinerja. Karena saat hari pertama kerja ditahun 2020, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution sudah memberikan peringatan kepada seluruh Direksi PD Pasar untuk membenahi 3 pasar tradisional yakni Pasar Marelan, Pusat Pasar, dan Pasar Kampung Lalang dalam waktu dua minggu. Namun sampai batas waktu ditentukan tidak ada perbaikan.

Setelah adanya pemecatan, Rudi Sinuraya merasa tidak terima dan melakukan upaya hukum gugatan ke PTUN. Kemarin, PTUN telah mengeluarkan penetapan penundaan pemberhentian Rusdi Sinuraya hingga proses persidangan selesai. Pemko Medan pun mengajukan keberatan atas penetapan tersebut. (red/metro24.co)

 

Editor: H Talib