Pengurus IJTI Labuhanbatu

RANTAUPRAPAT-M24
Kinerja Kepala Dinas Komunikasi & Informasi (Kominfo) Pemkab Labuhanbatu, M Ihsan Harahap kembali disoal. setelah sebelumnya Masyarakat Demokrasi Pembangunan (MDP) Labuhanbatu yang mengeluhkan kinerja Dinas Kominfo, kali ini dari insan pers yakni Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Labuhanbatu meminta Bupati mengevaluasi M Ihsan Harahap selaku Kadis Kominfo.

Hal ini ditegaskan Ketua IJTI Labuhanbatu, Fahrizal kepada wartawan, Minggu (10/11), seusai menggelar rapat koordinasi bersama pengurus IJTI Labuhanbatu lainnya seperti, Sekretaris, Syaiful Ahmad, Bendahara, Edi Syahputra dan beberapa pengurus lainnya seperti Imanudin, Irene Indiyani, Ucok Sitorus, Indra Sinaga dan Budi Awaludin. Menurutnya M Ihsan Harahap selaku Kadis Kominfo yang seharusnya bisa lebih komunikatif dengan seluruh insan media yang ada di Labuhanbatu.

“Banyak potensi daerah yang tidak bisa terekspose hingga ke tingkat nasional selama masa kepemimpinan M Ihsan Harahap di Dinas Kominfo Labuhanbatu. Dalam hal ini Dinas Kominfo terkesan kurang bisa bersinergi dengan kita media televisi dalam hal menyampaikan program-program unggulan yang dicanangkan Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT,” ujar Fahrizal.

Dijelaskan Fahrizal, banyak potensi-potensi yang ada di Labuhanbatu, seperti objek jajanan pasar yang baru diresmikan, selain itu tempat-tempat wisata bahkan beberapa lagi di bidang pertanian dan perindustrian sebenarnya bisa menjadi perhatian di tingkat nasional apabila Dinas Kominfo lebih membuka diri untuk saling bersinergi dengan insan media khususnya televisi.

“Kalau pun tidak bisa sampai ke tingkat nasional, setidaknya bisa kita publikasikan ke tingkat regional, seperti Sumut,” ujarnya.

Untuk itu, IJTI meminta agar Bupati Labuhanbatu mengevaluasi kinerja Ihsan Harahap selaku Kadis Kominfo Labuhanbatu, karena dinilai tak sejalan dengan program unggulan yakni SDM unggul 2020, yang mengedepankan komunikasi serta informasi bagi seluruh masyarakat yang ada di Labuhanbatu.

“Jelas beliau tidak mampu menjalankan tugasnya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam menunjang pembangunan di Labuhanbatu. Jadi kita minta Bupati untuk mengevaluasi dan mencopot yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kominfo Labuhanbatu,” tegas Fahrizal.

Sebelumnya, Masyarakat Demokrasi Pembangunan (MDP) Labuhanbatu mendesak agar aparat berwajib menginvestigasi penggunaan anggaran di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Labuhanbatu. Seiring itu, organisasi kemasyarakatan ini meminta bupati mengevaluasi keberadaan M Ihsan Harahap selaku Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Labuhanbatu.

Menurut Dahlan, dugaan tersebut muncul setelah pihaknya menerima informasi terkait pelaksanaan lomba karya tulis yang diselenggarakan Dinas Kominfo Labuhanbatu baru-baru ini. SK (surat keputusan) penunjukan dewan juri baru disiapkan setelah pelaksanaan kegiatan. Parahnya ada kabar honor para juri dipotong, bahkan satu dari empat juri honornya tidak diberikan sama sekali.

Diketahui, juri lomba karya tulis itu berjumlah empat orang. Dua di antaranya merupakan jurnalis berkualifikasi wartawan utama dari Medan, sedangkan dua lagi merupakan perwakilan akademisi di Labuhanbatu.

M Ihsan sendiri tegas membantah adanya pemotongan honor juri dalam lomba karya tulis berhadiah umroh yang diselenggarakan pihaknya baru-baru ini. Namun, dua orang juri yang honornya dipotong tersebut sudah membuat surat pernyataaan yang menjelaskan kalau memang ada pemotongan honor yang dilakukan Dinas Kominfo dalam penyelenggaraan lomba karya tulis jurnalis Labuhanbatu tersebut. (donny)