Kondisi lahan pertanian.

KARO-M24

Hujan lebat di Gunung Sibayak mengakibatkan banjir bandang dan longsor. Ini terjadi di Desa Semangat Gunung-Raja Berneh, Kec Merdeka, Kab Karo dan Desa Martelu, Kec Sibolangit, Kab Deliserdang.

Di Desa Semangat Gunung, peristiwa tersebut terjadi Kamis (18/4) sekira pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, kawasan itu diguyur hujan selama 2 jam. Derasnya hujan membawa material lumpur dan bebatuan dari lereng Gunung Sibayak.
Material itu menimbun jalan umum dan perladangan milik warga yang terdapat di tiga titik di Desa Semangat Gunung.

Kapolsek Simpang Empat Iptu Dedy S. Ginting, didampingi Camat Merdeka Oberlin Sembiring, Danramil 04/SE Kapten J Surbakti, Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik, Natanail Peranginangin,mengungkapkan sejauh ini belum ada ditemukan korban jiwa akibat peristiwa ini.

Loading...

Ada beberapa unit mobil terbawa arus air, tertimbun lumpur dan bebatuan. Di antaranya mobil suzuki Katana milik Peri Surbakti, warga Desa Semangat Gunung. Mobil Suzuki Escudo milik Herdi Tarigan, warga Kota Kabanjahe. Mobil minibus Chevrolet milik Herdi Tarigan, warga Kota Kabanjahe. “Satu unit mobil yang sudah dievakuasi dan 2 unit lagi masih tertimbun material lumpur dan bebatuan,” katanya Jumat (19/4).

Selain itu, tambah Dedy, material lumpur merusak lahan pertanian milik warga yakni, Nusa Surbakti, Nimbang Surbakti, Sura Tarigan, Kapitan Ginting, Berhasilta Ginting, Paten Surbakti dan Sada Ukur Sembiring.

“Beberapa lahan lainnya yang belum diketahui pemiliknya,” ungkapnya.
Sementara Camat Merdeka Oberlin Sembiring, menyampaikan agar masyarakat menghindari lokasi karena rawan banjir susulan. “Ini untuk menghindari korban jiwa,” imbau Oberlin.

A Keliat, warga setempat menuturkan, arus air dari atas sangat deras membawa bongkahan batu dan kayu besar. Bahkan mobil yang diseret arus dari atas, sedangkan pemilik mobil masih di dalam. “Untungnya tidak ada korban jiwa, tapi dampaknya merusak,” jelas A Keliat.

Disebutkannya, air deras yang datang tampak seperti arus sungai. “Kalau untuk parit besar itu sudah sampai kepermukaan, padahal tinggi parit itu mencapai kurang lebih 3 meteran,” kata dia.

Sementara itu Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Natanail Peranginangin, mengatakan akan melakukan pembersihan jalan dengan dibantu masyarakat. “Dalam waktu dekat ini kita akan mengerahkan alat berat dari workshop Dinas PU Pemkab Karo. Perlu pengerukan dan pemindahan material yang tertimbun di parit, jalan, dan sejumlah areal perladangan warga. Sesuai keterangan warga, banjir seperti ini biasanya terjadi di sekitar lokasi antara lima sampai tujuh tahun sekali,” beber Martin.

Sedangkan Danramil Simpang Empat, Kapten J Surbakti menjelaskan, sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat untuk memindahkan material yang menutup jalan.

Selain terdapampak terhadap lahan pertanian warga, banjir bandang kiriman dari areal hutan perbukitan Gunung Sibayak itu, juga merusak jalur suplai air bersih warga desa. Dampak bajir bandang juga terimbas ke Desa Doulu.

Terpisah, di Desa Martelu, Kec Sibolangit, Kab Deliserdang, banjir bandang merusak areal pertanian warga, Kamis (19/4).

“Tidak ada memakan korban jiwa. Namun areal pertanian banyak rusak akibat terjangan air. Hujan lebat dari daerah Gunung Sibayak, untuk lokasi persis pada kejadian pemandian yang dulu pernah memakan korban 7 orang. Saat ini, pada sudah surut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis kepada wartawan, Jumat (19/4).

Dikatakan Riadil, akibat banjir bandang ini, Desa Bukum dan Desa Cingkam menjadi terisolasi.

“Longsornya kayu dan batu. Memang kondisi ini belum berbahaya karena lokasi agak berjarak dengan Desa Martelu. Tapi jalan di dua desa kemarin sempat terputus, sehingga Desa Bukum dan Cingkam terisolasi,” ungkapnya.

Saat peristiwa tersebut terjadi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Deliserdang mengerahkan alat berat ke lokasi kejadian banjir bandang.

Danramil Sibolangit, Lettu Arm Jusak Sembiring mengatakan, kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Jusak memaparkan, adapun dampak yang ditimbulkan karena banjir bandang ini berupa, 2 unit rumah milik Hidup Sinuhaji terbawa arus air, 1 unit sepeda motor milik Kades Martelu, 1 unit mesin tenaga air pembangkit listrik rusak, dan sekitar 5 hektare lahan sawah juga rusak. (sekilap/chan)