Jasad Malu Sembiring di TKP.

BINJAI-M24

Malu Sembiring ditemukan tewas di gubuk ladang miliknya. Terdapat sejumlah luka akibat senjata tajam dan benda tumpul ditemukan di tubuhnya.

Warga Dusun Bangun Mulia, Desa Belinteng, Kec Sei Bingai, Kab Langkat dikejutkan dengan temuan sosok mayat pria dengan penuh luka, kemarin (8/5) sekitar pukul 10:30 WIB.

Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Sei Bingai. Mendapat informasi, Kapolsek Sei Bingai, Iptu Endramawan STP beserta Kanit Reskrim Ipda KJ Ginting, bersama personel Reskrim berangkat ke TKP guna melakukan pengecekan.

Loading...

Dari penyelidikan, petugas berhasil mengetahui identitas korban. Ia adalah Malu Sembiring (63), warga Simpang Burah, Desa Belinteng, Kec Sei Bingai, Kab Langkat. Saat ditemukan sejumlah luka di tubuh korban. Luka koyak bagian kepala atas, kepala belakang, luka sayat lengan kiri bagian dalam, leher dan dada.

Dari lokasi, petugas juga menemukan barang bukti berupa sepotong kayu bulat, sepasang sandal jepit merk Swallow warna kuning, dua potongan sarung dan sebilah parang, sebo warna hitam dan merah, serta sepasang kaus putih dengan bercak darah.

“Setelah kita olah TKP, kasus dugaan pembunuhan ini sudah kita limpahkan ke Polres Binjai,” ujar Endrawan kepada awak media.

Menurut Endrawan, korban diduga dibunuh sehari sebelum ditemukan. Dari keterangan sejumlah saksi, korban dikenal hobi menunjukan sejumlah uang di warung kopi langganannya. Kuat dugaan pelaku pembunuhan tidak jauh dari ruang lingkup korban sehari-hari.

Korban sendiri diketahui mempunyai lima orang anak yang keseluruhannya sudah berumah tangga. Dimana, dua orang anaknya berada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sedangkan tiga orang anak lainnya tinggal di Karo.

Selama ini korban tinggal sebatang kara dan sebulan belakangan tidak pulang ke rumah. Dirinya memilih untuk tinggal di ladang yang berjarak 3 Km dari pemukiman warga.

Di gubuk itu pula korban ditemukan tidak bernyawa dengan sejumlah luka di tubuhnya.

“Selama ini korban tinggal sendiri. Istrinya sudah lama meninggal dunia. Korban tidak ada mempunyai masalah berselisih dengan warga sekitar,” tukas Endramawan.(sopian)