Komisi IV RDP dengan manajemen Hotel Central dan Dinas PKPPR Medan. (foto: metro24.co/ist)

MEDAN, Metro24.co – Komisi IV DPRD Medan rekomendasikan bangunan Hotel Central di Jalan Merak Jingga, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, distanvaskan. Pembangunan dapat dilanjutkan jika sudah melengkapi seluruh perizinan.

Rekomendasi disepakati setelah Komisi IV DPRD melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak PT Aneka Industri dan Jasa selaku pengelola bersama Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu dan Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Pemko Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (11/2/2020).

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV Paul MA Simanjuntak didampingi anggota Hendra DS, David Roni G Sinaga, Dedy Aksyari Nasution, Rizky Nugraha dan Syaiful Ramadhan. Turut hadir mewakili pengelola hotel, Purna Irawan dan Sianturi. Sedangkan dari Dinas PKPPR Ahmad Cahyadi dan mewakili perizinan Lase.

Adapun alasan Komisi IV mengeluarkan rekomendasi stanvas pembangunan hotel karena terbukti bangunan yang diperuntukkan Hotel Centra banyak penyimpangan.

“Karena sudah jelas melanggar aturan, maka harus ditindak yakni stanvas. Kita sangat setuju investasi di Medan. Tetapi bukan berarti suka suka tidak ikuti aturan,” tegas Paul seraya menyebut semua pihak harus taat aturan demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebelumnya, menurut Kabid Pengendalian Perizinan Dinas PKPPR Kota Medan Ahmad Cahyadi mengatakan, untuk bangunan hotel diterbitkan hanya 9 lantai, namun pembangunan di lapangan sudah 13 lantai. Begitu juga soal penyediaan ruang terbuka hijau tidak dipenuhi.

Parahnya lagi, persizinan untuk dokumen AMDAL dituding sarat penyimpangan. Bahkan, terkait penyediaan lokasi parkir layaknya hotel tidak dapat dipenuhi.

Dalam rapat juga terungkap, bahwa lahan Hotel Cetral merupakan milik Pemprovsu yang di BOT (build operate transfer)- kan kepada PT Aneka Industri dan Jasa selama 13 Tahun.

Dalam isi rekomendasi pun dikuatkan Cahyadi, setelah mendapat rekomendasi stanvas tidak boleh melakukan kegiatan apapun di lapangan. Karena menurut Cahyadi tidak ada istilah stanvas parsial tapi keseluruhan. (red/metro24.co)

 

Editor: H Talib