Rusdiana menyeka air matanya. (foto: anggun/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Tertangkap basah di kamar bersama pacar sedang ‘nganu’, janda cantik ini menangis saat divonis 5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (24/1/2020).

Nama janda cantik berambut panjang itu, Rusdiana (40), warga Jalan Cemara, Kelurahan Kota Matsum IV, Kecamatan Medan Area. Ia ditangkap polisi pada 9 September 2019 di Jalan Krakatau, Gg Mandor, Kecamatan Medan Timur.

Ia tertangkap basah bersama pacarnya, Bandi (berkas terpisah), di kamar kos sedang memegang alat isap narkotika jenis sabu yang terbuat dari botol minyak angin.

Ia kemudian digelandang polisi bersama pacarnya hingga kemudian jadi pesakitan di PN Medan.

Kepada ketua majelis hakim PN Medan, Sapril Batubara, Rusdiana mengaku ia seorang janda dan nenek dari seorang cucu. “Wedok (perempuan) kok nyabu,” kata hakim Sapril Batubara.

Dalam persidangan di ruang sidang Cakra V PN Medan terungkap, janda yang ditinggal mati suaminya tersebut selama ini tinggal di kos bersama Bandi tanpa ikatan pernikahan.

Selama tinggal di kos tersebut, Rusdiana mengaku telah 4 kali mengisap sabu karena ajakan pacarnya. Ia pun mengaku bersalah atas perbuatannya tersebut, karena ia memohon agar majelis hakim memberikan hukuman yang rendah.

Namun saat mendengar hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan, Rusdiana yang duduk di kursi terdakwa langsung menangis. Hukuman ini sebenarnya lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutnya 5 tahun penjara.

Melihat Rusdiana menangis, hakim Sapril Batubara langsung bereaksi. “Kamu jangan menangis,saya paling tidak bisa melihat prempuan menangis, nanti saya ikut nangis juga” katanya. (anggun/metro24.co)

 

Editor: H Talib