Eks penyerang Inter Milan Hakan Sukur kini menjadi sopir taksi online. (Foto: Stuart Franklin/Getty Images)

JAKARTA, Metro24.Co – Mantan penyerang Inter Milan Hakan Sukur menceritakan kehidupannya yang serba sulit. Ia terasingkan dari negaranya, Turki, dan sulit bekerja.

Hakan Sukur melejit ketika memperkuat Galatasaray pada 1992-1995. Ia sempat direkrut Torino untuk waktu singkat, hingga kemudian kembali ke Galatasaray.

Ketajamannya bersama Galatasaray membuat Inter Milan tertarik dan memboyongnya pada musim 2000/2001. Namun ia gagal menunjukkan performa terbaiknya hingga dilepas ke Parma setelah 1,5 musim.

Di sisa kariernya, pemain berjuluk Banteng Bosphorus itu memperkuat Blackburn Rovers dan kembali ke Galatasaray. Setelah pensiun di umur 37 tahun, Sukur terjun ke dunia politik dan jadi anggota parlemen pada 2011.

Dunia politik pula yang membuat kehidupannya berantakan. Pada 2016 silam, ia dituding menjadi bagian dari pergerakan Fethullah Gulen yang dituduh mencoba melakukan kudeta terhadap pemerintahan Recep Tayyip Erdogan.

Tudingan itu memaksanya mengasingkan diri dari Turki dan kini tinggal di Amerika Serikat. Sempat berbisnis restoran, Hakan Sukur kini menjadi sopir taksi online dan berjualan buku.

“Saya tak punya apa-apa lagi, Erdogan merampas semuanya: hak saya untuk hidup merdeka, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja. Tampaknya tak ada yang bisa menjelaskan apa seharusnya peran saya dalam kudeta tersebut,” ujarnya kepada koran Jerman, Welt am Sonntag.

“Saya tak pernah melakukan sesuatu ilegal, saya bukan pengkhianat atau teroris. Saya mungkin jadi musuh pemerintahan ini, tapi bukan negara atau bangsa Turki. Saya mencintai negara saya.”

“Setelah perpecahan dengan Erdogan, saya mulai menerima ancaman-ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya diusik, ayah saya dipenjara, dan seluruh aset saya disita.”

“Jadi saya pindah ke Amerika Serikat, awalnya menjalankan cafe di California. Tapi orang-orang mencurigakan terus berdatangan ke bar. Sekarang saya mengemudi untuk Uber dan berjualan buku,” imbuhnya seperti dilansir Football Italia.

Pada bagian lain, Hakan Sukur, tengah diburu Pemerintah Turki. Dia dituding terlibat dalam upaya kudeta yang gagal beberapa waktu lalu. Dikutip dari BBC, Pemerintah Turki di bawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Sukur.

Mantan striker timnas Turki yang sudah pensiun pada 2007 itu diduga terlibat dalam upaya penggulingan kekuasaan di negara tersebut pada pertengahan Juli lalu. Upaya kudeta tersebut dimotori oleh angkatan bersejata Turki namun kemudian gagal.

Pemerintah Turki telah melakukan pemeriksaan terhadap dua rumah di sisi barat negara tersebut sebagai upaya mencari Hakan Sukur. Pemilik 115 caps (51 gol) untuk Timnas Turki itu dituding sebagai anggota ‘organisasi teroris bersenjata’.

Hakan Sukur, yang sejak beberapa bulan lalu pindah ke Amerika Serikat, dalam beberapa kesempatan dia menyatakan dukungannya pada Fethullah Gulen. Gulen adalah tokoh ulama asal Turki yang dituding Pemerintahan Erdogan sebagai dalang di balik upaya kudeta.

Pada Februari lalu Sukur juga dituding telah melakukan penghinaan pada Erdogan melalui akun Twitternya, yang membuat dia terancam penjara empat tahun. Namun dia menyangkalnya dan menyebut tak bermaksud menghina sang presiden. Pihak penuntut ketika itu bersikeras bahwa Tweet Sukur ‘jelas sekali berkaitan’ dengan sang presiden.

Karier sepakbola Sukur merentang dari 1987 sampai 2007, dia hingga kini masih dianggap sebagai pesepakbola terbaik dan tersukses yang pernah dipunya Turki. Sukur menjadi bintang Turki saat tampil di Piala Dunia 2002, di mana dia mengantar negaranya duduk di posisi tiga. Capaian terbaik negara tersebut hingga kini.

Setelah karier sepakbolanya selesai, Sukur turun ke dunia politik dan pada 2011 terpilih menjadi anggota parlemen pada Partai Keadilan dan Pembangunan yang dipimpin Endorgan. Tapi dia memutuskan mundur di 2013 setelah muncul penyelidikan korupsi yang membidik Erdogan dan orang-orang dekatnya. (din/raw/*)

Editor : S Tandang
Sumber : Detik.Com