MEDAN-M24
Merasa haknya sebagai ahli waris yang sah dikangkangi, tiga orang sudara kandung mendesak Pengadilan Agama Kelas I-A  Medan untuk menunda eksekusi perkara dengan nomor 833/Pdt.G/2017/PA.Mdn.

Ketiga saudara kandung ini sendiri yakni Eridawati Br Sembiring, Hendri Dunan Sembiring dan Rosmina, meminta agar Pengadilan Agama Kelas I-A Medan
menunda eksekusi karena di dalam putusan perkara 833/Pdt.G/2017/PA.Mdn, nama mereka tidak dimasukkan sebagai ahli waris.

“Kita disini hanya meminta hak kita sebagai ahli waris yang sah. Kalau bukti-buktinya kita semua ada, baik itu keterangan ahli waris dari kelurahan dan
kecamatan,” ujar Eridawati, kepada wartawan, Rabu (11/9) di Medan.

Menurutnya, perkara dengan nomor 833/Pdt.G/2017/PA.Mdn ini sendiri berawal dari pembagian harta warisan Almarhum Misri Sembiring, warga Jalan Jamin  Ginting Lingk 1, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Sunggal yang meninggal dunia pada 5 Maret 1998 silam.

Loading...

Dalam perjalanan hidupnya, Almarhum Misri Sembiring dua kali menikah dan memiliki 8 orang anak. Salah seorang istrinya, Hj Esterlina dan memiliki 3 orang anak, Makmur Sembiring, Ekawati Sembiring dan almarhumah Sumiaty Sembiring yang meninggal dunia pada 2015 silam. Selain itu dari pernikahan dengan Almarhumah Sikap Surbakti, lahir 5 orang anak, yakni Eridawati Sembiring, Hendrik Dunant Sembiring, Rosmina, Alm Zulkarnaen Sembiring dan Alm Sanjaya Sembiring.

Setelah itu, Hj Esterlina dan anaknya Ekawati Sembiring mengajukan gugatan kepada anak tertuanya, Makmur Sembiring terkait 4 bidang tanah yang dimiliki almarhum Misri Sembiring yang berada di kawasan, Jalan Pesantren No 7 Kelurahan Sei Sekambing B, kecamatan Medan Sunggal, dua bidang tanah di Desa Suka Mulia Hilir, Kecamatan Namo Rambe, sebidang tanah di Kampung Suka Mulia Hilir, Kecamatan Namo Rambe.

Dalam prosesnya, pihak-pihak yang bersengketa ini memilih jalan damai dan membagi warisan tersebut yang tertuang dalam putusan perkara Nomor
833/Pdt.G/2017/PA.Mdn.

Namun putusan ini sendiri dinilai sangat merugikan bagi anak-anak almarhum Misri Sembiring dari perkawinan dengan almarhumah Sikap Surbakti. Karena ketiga anaknya yang masih hidup tidak mendapat warisan sama sekali.

“Ya kita pasti keberatan lah. Kita disini juga sebagai ahli waris dari almarhum ayah kami. Bukti-buktinya juga lengkap, kami ada surat keterangan ahli waris dari pihak Kelurahan, akte kelahiran, ijazah dan kartu keluarga,” ujarnya.

Untuk itu, menurut Eridawaty dan dua adiknya, pihaknya sudah melayangkan surat keberatan akan eksekusi di putusan nomor 833/Pdt.G/2017/PA.Mdn ke Pengadilan Agama Kelas I-A Medan. “Kita sudah layangkan surat keberatan kita. Dan kita minta ini harus ditindaklanjuti oleh pengadilan agama,” tegasnya.

Selain itu, menurut Hendri Dunan, pihaknya juga sudah melayangkan pengaduan ke Pengadilan Tinggi Agama dengan nomor laporan VDXZ620190900xxx. tertanggal 4 September 2019.
“Laporan kita sudah berjalan prosesnya. Permintaan kita tetap tunda eksekusi putusan nomor 833/Pdt.G/2017/PA.Mdn,” katanya.

Terakhir, Hendri menegaskan dirinya bersama kakak dan adiknya menuntut agar haknya sebagai ahli waris yang sah dari almarhum Misri Sembiring menjadi jelas.

“Bukan masalah jumlahnya, namun itukan ada ketentuannya baik di hukum negara maupun hukum agama. Jadi apa yang sudah menjadi ketentuan ya harus
dilaksanakanlah. Selain itu, jelas ada penyembunyian identitas yang dilakukan saat mengajukan gugatan, sehingga kami yang juga ahli waris yang sah tidak termasuk di dalamnya,” tutupnya. (Donny)