Johannes Pernando Nababan digiring polisi

MEDAN-M24

Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut berhasil mengungkap kasus pembunuhan Hakim Tua Nababan di Jln Kenari Raya Perumnas Mandala Medan, pada 27 Maret 2019.

Tersangka adalah Johannes Pernando Nababan (27), anak kandung korban. Ia ditangkap di tempat persembunyiannya, bengkel sepedamotor di Jln Jombang Raya, Kec Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (20/8) malam.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit 2 Buncil, Kompol Firdaus di Bandara Kualanamu, saat menjemput tersangka, Rabu (21/8) mengatakan, kasus pembunuhan ayah kandung oleh anaknya itu dilaporkan dua hari setelah kejadian ke Polsek Percut Sei Tuan, tepatnya 29 Maret 2019.

Loading...

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait motif dan jumlah pelaku pembunuhan. “Nanti, semuanya masih dalam proses penyidikan dan pendalaman. Kalau sudah selesai proses penyidikan, akan kita sampaikan,” ucap Andi Rian.

Kasubdit III/Jatanras, AKBP Maringan Simanjuntak menambahkan, tragedi berdarah itu berawal keributan antara ibu dengan korban di lantai II rumah mereka. Ibu tersangka sempat menjerit sebelum akhirnya pingsan.

“Mendengar kedua orangtuanya ribut, tersangka naik ke lantai II sambil membawa sepotong kayu dan spontan memukul kepala korban sebanyak dua kali sampai terkapar bersimbah darah. Selanjutnya, tersangka dan keluarganya membawa korban ke rumah sakit, tapi korban sudah meninggal dunia,” tutur Maringan.

Kepada penyidik, lanjut Maringan, tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Dugaan sementara motif tersangka karena sakit hati melihat ibunya sering dianiaya korban.

“Tersangka mengaku menyesal telah membunuh ayah kandungnya. Untuk sementara ini pelaku masih tunggal dan spontan, tidak berencana. Kayu diambilnya di sekitar TKP,” jelas Maringan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Di mata keluarga, korban dikenal sebagai sosok pria atau bapak yang baik kepada keluarga. Begitu juga bersosial di tengah masyarakat. “Saudara kami ini sangat baik dan sosial. Tidak saja di keluarga namun di masyarakat bahkan pertemanan sekalipun. Kok tega ya ada yang membunuh saudara kami itu,” beber kerabat korban beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Hakim Tua Nababan wafat dibunuh pada 22 Maret 2019. Keluarga menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban. Seperti ditemukan sejumlah luka bekas pukulan benda tumpul. Selain itu, pada tubuh almarhum ditemukan luka koyak pada bagian belakang kepala. (ahmad/irwan)