Ilustrasi.

LABUHAN-M24

Saat mengajar di kelas, mendadak P Pane merasakan tubuhnya lemas. Guru PKn ini pun segera menuju ke Ruang UKS sembari menyuruh seorang murid untuk mengusuk badannya. Apa daya, baru mulai dikusuk, Pak Guru itu mendadak dijemput ajal.

Seorang guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9, Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan tewas, Jumat (15/2) siang. Drs P Pane (58), guru bidang pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang tinggal di Jln Jangkar, Kel Sei Putih, Kec Medan Petisah, sempat dilarikan ke RSU Delima. Namun nyawanya tak tertolong.

Kepala SMAN 9 Medan, Drs M Marbun mengatakan, peristiwa kematian menimpa P Pane terjadi saat para guru hendak menggelar rapat. Korban sebelumnya mengajar namu tiba-tiba merasa lemas. Korban lalu memberikan tugas kepada siswanya dan keluar dari ruangan kelas.

Loading...

“Korban lalu pergi ke Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan meminta kepada seorang muridnya untuk mengusuk badanya. Dari situlah, tubuh korban semakin lemas dan terkapar tak berdaya,” ungkap M Marbun.

Melihat itu, lanjut Kepala Sekolah, si murid panik lalu memberitahukan kepada guru lainnya. “Kami dapat laporan jika korban sudah tak bernafas. Saya segera sarankan untuk memanggil petugas medis sekaligus melaporkannya kepada polisi,” imbuh M Marbun.
Pihak sekolah kemudian memutuskan membawa korban ke rumah sakit. “Kami bawa ke rumah sakit, tapi nyawa korban sudah tidak ada lagi. Selama ini korban memang sering mengeluh sakit karena tensinya tinggi,” jelas M Marbun.

Masih menurut M Marbun, beberapa hari sebelum meninggal, kepada rekan sesama guru korban juga mengeluhkan soal jantungnya. Para guru pun menyarankan agar korban istirahat saja di rumah sekaligus berobat ke rumah sakit. “Namun korban tetap memilih untuk mengajar,” tukas M Marbun.

“Kematian korban tidak ada unsur lain dan murni karena sakit.
Jenazah korban sudah dibawa pulang ke rumah,” tandas M Marbun.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan, yang dikonfirmasi metro24, mengaku, pihaknya sudah mengecek kematian korban. Dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada diri korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis diperkuat keterangan pihak keluarga, korban memang ada sakit jantung. Pihak keluarga sudah membuat pernyataan tidak keberatan atas kematian korban,” terang Iptu Bonar Pohan. (syamsul)