Tersangka saat diamankan.

MEDAN-M24
Satresnarkoba Polrestabes Medan membekuk 3 terduga pengedar sabu masing-masing berinisial WS (28) dan D (28) keduanya warga Jln Masjid Taufik Kel Tegal Rejo, Kec Medan Perjuangan dan H (32) warga Jln Masjid Taufik Gang Kinantan.

Dari hasil pemeriksaan dan konfrontir yang dilakukan petugas terhadap ketiganya, H dipulangkan kepada keluarganya karena tidak terbukti terlibat mengedarkan narkoba.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo melalui Kanit I Idik Iptu Ari Wibowo kepada wartawan, Sabtu (19/10) petang menjelaskan jika penangkapan terhadap pelaku narkoba bermula saat petugas belum lama ini mendapat informasi ada 2 pria mengedarkan sabu di seputaran Jln Prajurit Kel Glugur Darat I, Kec Medan Timur.

“Informasi tersebut kemudian kita tindaklanjuti, dimana pada Kamis (17/10) sekira pukul 17.00 WIB anggota kita melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap 2 pria tersebut di lokasi,” ujar Kanit.

Loading...

Tepat di satu rumah makan sambung Ari, petugas melihat WS dan S. Petugas langsung menangkap keduanya. Saat digeledah, dari saku celana WS ditemukan 2 plastik klip berukuran kecil berisi sabu seberat 5 gram.

“Saat diinterogasi, WS mengakui jika narkoba itu miliknya, dan ia mengedarkannya bersama D. Dari pengakuan WS sabu itu dibelinya dari H. Petugas membawa keduanya untuk pengembangan, dan akhirnya membekuk H dari rumahnya. Saat digeledah, dari rumah H tidak ditemukan narkoba. Saat diinterogasi, H tidak mengakui jika ia yang menyerahkan atau menjual sabu kepada WS. Selanjutnya ketiga pelaku diboyong ke Mako guna diperiksa intensif,” terangnya.

Lanjut Ari Wibowo, pada Jumat (18/10) siang hingga sore petugas mengumpulkan ketiga pelaku untuk dilakukam konfrontir. WS akhirnya mengaku jika sabu miliknya bukan berasal dari H, melainkan dari ES yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Labuhandeli.

“Sementara itu dari keterangan D bahwa ia mendegar pembicaraan WS dengan ES lewat telepon seluler, dimana sabu tersebut diantar anggota ES dan diserahkan kepada WS. Selanjutnya dilakukan tes urine terhadap H, dan hasilnya negatif mengandung narkoba,” ungkapnya.

Diambil kesimpulan dari hasil konfrontir lanjut Kanit, barang bukti sabu seberat 5 gram itu milik WS dan D. Terhadap keduanya sudah jelas cukup bukti melakukan tindak pidana

Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (1) Subs 112 Ayat (1) Jo 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 yang bunyinya, setiap orang tanpa hak dan izin melakukan permufakatan mengedarkan, menerima, memiliki dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Terhadap H tidak cukup bukti melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, 112 dan 127. Selanjutnya Sabtu petang H kita kembalikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya. (irwan)