Komandan Garda Revolusi Iran, Mayjend Qasem Soleimani dalam foto tahun 2016. Foto: AP Photo/Ebrahim Norooz

JAKARTA, Metro24.Co- Harga emas melonjak ke titik tertinggi dalam empat bulan terakhir. Pemicunya adalah geger kabar munculnya Perang Dunia alias World War 3.

Selain emas, harga minyak dunia juga melonjak, juga nilai tukar Yen. Investor dunia banyak melepas portofolio yang berisiko tinggi, seperti saham di pasar modal Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

“Investor was-was situasi di Iran akan memburuk, karena pasti akan ada imbas setelah serangan AS,” kata Direktur Eksekutif UOB Kay Hian, Steven Leung, di Hong Kong seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/1/2020).

Di pasar spot, harga emas naik 1% ke US$ 1.543,66. Dalam dua bulan terakhir, harga emas dunia memang sudah dalam tren naik.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara yang menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran, Mayjend Qasem Soleimani. Ia pun langsung mengibarkan bendera AS di Twitter tak lama setelah misinya sukses.

Garda Revolusi Iran dalam pernyataan terbaru memastikan kematian Mayor Jenderal Qasem Soleimani yang menjabat sebagai komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran dalam serangan udara di Bandara Internasional Baghdad, Jumat pagi waktu setempat.

“Garda Revolusi mengumumkan bahwa komandan Islam yang agung, Haji Qasem Soleimani, yang mengabdi seumur hidup telah mati syahid dalam sebuah serangan oleh Amerika di bandara Baghdad pagi ini,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

Tak lama, Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Baghdad, Irak mengimbau seluruh warga AS untuk ‘segera pergi’ dari negara tersebut.

Baca juga: World War 3 Mendadak Trending, Eh Kok Seram Ya?

“Warga negara AS harus segera pergi dengan pesawat udara selagi mungkin, dan jika gagal, harus pergi ke negara lain via jalur darat,” imbau Kedubes AS di Baghdad dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Jumat (3/1/2020).

Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya, seperti dikutip Associated Press, menyebut ‘ketegangan yang meningkat di Irak dan kawasan sekitarnya’ sebagai dasar dari imbauan untuk warga AS tersebut.

“Warga negara AS tidak seharusnya mendekati Kedutaan Besar (AS di Baghdad),” tegas Departemen Luar Negeri AS, sembari menyatakan seluruh operasional konsuler ditangguhkan.(detik.com)

Editor :S Tandang