Ilustrasi.

BINJAI-M24

Kasus pemukulan yang dilakukan Iqbal terhadap seorang remaja bernama Ricci Ardiansyah (22) di Cafe Mama berbuntut panjang. Ibu korban Sunarti (43) secara resmi telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Binjai Selatan dan minta agar pelaku segera ditahan.

Menurut pelapor, anaknya dianiaya Iqbal bulan lalu di Cafe Mama di Jln Sibolga Kel Rambung Barat, Kac Binjai Selatan. Korban tak terima melaporkan kejadian ini ke Polsek Binjai Selatan sesuai Laporan Polisi Nomor 07/II/2019/SPKT Sek Binjai Selatan pada 12 Februari 2019.

Cerita Sunarti, dugaan penganiayaan ini bermula dari adanya selisih faham soal gadai kreta. “Ricci enggak tahu kalau itu istrinya (Iqbal) yang bertanya kepada anak saya. Dibilanglah kalau kereta itu digadai (sama istri Iqbal),” ujar Sunarti Selasa (12/3).

Loading...

Buntutnya, Iqbal dan istrinya cekcok mulut. Iqbal lalu meminta Memet untuk menjemput korban di kediamannya, Jln Pandega, Semi I Kel Tanah Merah, Kec Binjai Selatan. Menurut Sunarti, anaknya dikeroyok, dipukuli dan disaksikan oleh orang banyak.? Korban pun kemudian memilih melapor ke polisi. “Anak saya dipukul pakai botol kepalanya, dipijak-pijak sampai tersungkur di depan orang banyak,” ujar Sunarti.

Usai melapor, Sunarti diajak berdamai oleh keluarga terlapor. Sunarti meminta uang damai sebesar Rp30 juta. Tapi, keluarga terlapor tak dapat menyanggupi. Mereka hanya mampu damai dengan nilai Rp10 juta.

Sunarti menambahkan, kata sepakat untuk berdamai awalnya memang nyaris terjadi. Menurut dia, penyidik atau juru periksa yang menangani perkara tersebut menghubunginya untuk diminta datang ke Polsek Binjai Selatan. Tapi karena uang perobatan yang dijanjikan tidak sesuai, maka dirinya menolak untuk cabut perkara.

Menanggapi hal ini, Kanit Reskrim Polsek Binjai Selatan, Ipda Ibrahim Soefi membantah tudingan Sunarti. Dia menjelaskan, pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. “Penangguhan diatur dalam KUHP. Di Perkap juga ada. Tapi perkara tetap lanjut,” kata Soefi ketika ditemui wartawan di Mapolsek Binjai Selatan.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Binjai ini menyesalkan sikap Sunarti yang terlalu membesarkan perkara ini. “Lucu juga masak luka enggak seberapa minta Rp30 juta. Kepalanya pun enggak apa-apa. Dia terlalu membesar-besarkan. Kami polisi sudah bertindak. Mau anak siapa pun, kami tangkap. Bukan kami enggak berani. Selama di sini, siapapun bermasalah saya tangkap,” tandas dia. (sopian)