Korban di Polsek Delitua.

DELITUA-M24

Nurhayati (59) warga Jln Nilam Raya Prumnas Simalingkar Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan cuma bisa pasrah uang gaji sebesar Rp5 juta serta surat surat pansiunannya lambai dilarikan penarik becak bermotor (parbetor).

Cerita korban yang mengaku pansiunan pegawai RS Pirngadi Medan ini saat di Polek Delitua, Kamis (14/3) sekira 15.00 WIB. Dari ruma, dia pergi mengambil gaji ke salah satu bank yang ada di Delitua. Selesai mengambil gaji, korban pulang naik betor. Tiba di rumah dan saat hendak dibayar, si parbetor malah tancap gas meninggalkannya. Lucunya, sambil berlalu meninggalkan korban, si parbetor tadi sempat melambaikan tangannya.

Merasa aneh, korban pun masuk ke dalam rumah. Tiba di ruangan tamu, dia kaget sebab dompet yang berisi gaji dan surat pensiunan sudah tak ada lagi dalam tas. “Kejadiannya, Jum’at (8/3) sekira 10.00 WIB. Saya merasa aneh, mengapa perbetor itu melambaikan tangan dan tidak menerima ongkos saya. Namun setelah saya cari di sekitar Delitua, batang hidung perbetor itu tidak kelihatan,” jelas korban.

Loading...

Neni (50) rekan korban mengaku kaget saat mengetahui uang gaji Nur dilarikan perbetor. “Kita sudah iklas uang itu lenyap, hanya saja kita tidak terima karena surat surat juga ikut di angkut,” ungkapnya.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto membenarkan laporan korban dan berjanji segera memprosesnya. (mehuli)