Pelaku

SEI RAMPAH-M24

D (20) diringkus pihak kepolisian, Selasa (11/6) sekitar pukul 13:00 WIB. Pasalnya, warga Desa Cempedak Lobang, Kec Sei Rampah, Kab Sergai ini berulang kali menyetubuhi pacarnya yang masih berstatus anak bawah umur.

Peristiwa itu terungkap setelah Anggi melihat foto temannya, sebut saja Melati (15), beredar di akun facebook (FB) milik D. Mirisnya, di foto itu Melati dalam posisi setengah telanjang.

Tak pelak Anggi melaporkan keberadaan foto itu ke WP (32), ibu dari Melati. Sebagai ibu, WP langsung memanggil Melati dan diinterogasi. Meski awalnya bungkam, akhirnya Melati buka mulut.

Loading...

Melati mengakui foto itu adalah dirinya yang disimpan oleh D. Pria yang dipacarinya setahun belakangan. Bahkan warga Sei Bamban ini mengaku jika keduanya sudah berulang kali berhubungan badan. Perbuatan terlarang itu pertama sekali mereka lakukan di areal perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Firdaus, Kec Sei Rampah, Sergai pada Jumat, 17 Agustus 2018 sekitar pukul 13:00 WIB.

Mendengar itu, WP langsung membawa putrinya ke Unit PPA Polres Sergai untuk membuat laporan yang tercatat dengan nomor: LP/124/III/2019/SU/RES SERGAI tanggal 30 Maret 2019.
Bermodal laporan itu. Petugas Satreskrim Polres Sergai melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku yang sudah tahu dirinya terlapor sempat berpindah-pindah.

Pelaku akhirnya diringkus saat berada tak jauh dari rumahnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digiring ke Mapolres Sergai.

Dalam pemeriksaan D mengaku hubungan intim yang dilakukan atas dasar suka sama suka. “Kami pacaran. Hampir setahun tiga bulan pacaran sudah berhubungan badan. Kami terus melakukannya atas dasar suka sama suka. Melati tidak pernah menolak berhubungan badan denganku dan aku siap bertanggung jawab,” ucap pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendri Sutarno yang dikomfirmasi mengatakan jika tersangka sedang dalam pemeriksaan. “Tersangka melakukan persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud Pasal 81 subs Pasal 82 dari UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” papar kasat. (darmawan)