Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi

NUSA DUA-M24

Kongres Tahunan PSSI yang digelar pada Minggu (20/1), melahirkan fragmen pengunduran diri Ketua Umum (Ketum) PSSI, Edy Rahmayadi.

Dalam kongres yang dihelat di Nusa Dua, Bali, itu, Edy menyatakan keputusannya ini sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap persepakbolaan Indonesia.

“Hari ini saya mundur, dengan syarat jangan khianati PSSI. Jangan karena satu hal kita bercokol dan merusak rumah. Ini saya sampaikan dalam kondisi sehat, saya mundur karena saya bertanggungjawab. Saya, kepada saudara yang datang, meminta untuk membesarkan PSSI,” ucap Edy dalam kongres PSSI.
Dalam keterangannya pula, Edy menjelaskan bahwa untuk sementara tugasnya digantikan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sampai periode jabatan selesai. Melihat kepengurusan PSSI, seharusnya Edy menjabat sebagai Ketum hingga 2020.
“Kalau dari statuta, otomatis Waketum menggantikan sampai waktu periode kami habis. Saya mau profesionalisme. Saya detik ini berhenti dan sah. Tetapi saya tidak mau ada yang mengkhianati organisasi. Saya minta maaf jika ada salah, saya manusia biasa. Tolong besarkan PSSI,” ucap Edy.
Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari Ketum PSSI pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, cukup mengagetkan publik sepakbola tanah air.
Apalagi keputusan tersebut diambil secara tiba-tiba. Begitupun keputusan tersebut, sudah dipertimbangkan secara matang oleh Edy Rahmayadi sendiri.
Demikian diungkap Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja yang hadir sebagai voter perwakilan PSMS bersama CEO Dody Taher dan Penasehat Kodrat Shah.
“Pak Edy sangat kesatria. Beliau mundur karena banyak oknum anggota Exco yang tidak becus. Apalagi selama ini banyak yang mau goyang beliau, karena saat ini juga beliau menjabat jadi Gubsu. Apalagi Pak Edy ingin fokus ke Gubsu saja,” kata pria yang akrab disapa King itu saat dihubungi via telepon selular, Minggu.
King tak menampik dalam kongres tersebut sudah terjadi beberapa kubu yang pro dan kontra antara voters terhadap Edy Rahyamadi.
‚ÄúSeperti pada malam harinya, terjadi semacam gesekan anggota Asprov dan klub lewat kubu-kubuan. Ada yang minta Pak Edy mundur dan ada yang minta Kongres Luar Biasa (KLB). Jadi hal inilah yang dipikirkan beliau. Tadi setelah sholat subuh, kami dikumpulkan lalu beliau dengan kesatria dan tegas menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI,” jelas Julius dengan nada berat.
Seperti diketahui, Kongres Tahunan PSSI 2019 digelar pukul 09:00 WIB di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali. Selain itu para peserta Kongres bersama pengurus PSSI telah melakukan welcome dinner.
Kongres ini diikuti 85 voter dari berbagai anggota PSSI. 85 voter PSSI terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, dan 1 Asosiasi Futsal (FFI).
Pada Kongres ini, beberapa agenda dibahas seperti laporan kegiatan serta keuangan PSSI tahun 2018. Lalu laporan dari operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Selain itu, juga akan dipapar program serta rencana anggaran
PSSI di tahun 2019. Dan juga akan diagendakan pengangkatan, peresmian serta pemberhentian orang atau badan.
Serta pengesahan anggota PSSI yang baru. Kongres juga akan membahas pembentukan Komite Adhoc Integritas untuk penuntasan masalah match fixing dan match manupulation. (ayke)

Loading...

Editor: Donny