Pemeriksaan ternak babi milik masyarakat

KARO-M24

Virus hog cholera atau kolera babi diduga merebak di Karo. Pasalnya selama 2 pekan terakhir, sebanyak 207 ekor babi mati mendadak.

“Hingga hari ini tercatat 207 (babi) yang mati mendadak. Prediksi kita terserang hog cholera. Tetapi hasil laboratorium dari Medan belum tiba,” ujar Kadis Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo-Karo didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Herni Lidia kepada wartawan, Jumat (1/11).

Dari total keseluruhan babi yang mati mendadak, sesuai keterangan Metehsa, sebanyak 202 ekor babi mati di satu lokasi pengumpul di Kec Lau Baleng. Sementara lima kasus kematian lainnya, merupakan hewan ternak peliharaan masyarakat.
“Kematian 202 babi di Kecamatan Lau baleng itu merupakan hewan stock pengusaha potong babi/panggang. Dari keterangannya, diketahui kalau stock bahan jualannya itu, dibeli dari luar daerah. Bukan hewan ternaknya. Mungkin babi yang dia beli dari luar kota telah terkontaminasi sebelumnya,” ujar Metehsa.

Loading...

DIIMBAU RUTIN VAKSIN

Jauh dari sebelum kasus dugaan serangan virus hog cholera, sesuai keterangan Metehsa, pihaknya sudah berulang kali mengimbau peternak agar rutin melakukan vaksin terhadap hewan peliharaan. Namun karena serangan virus jarang terjadi, kemungkinan para pemelihara tidak merasa khawatir.

“Kasus serangan virus hog cholera biasa pada babi. Tetapi jarang terjadi. Terakhir menyerang Kabupaten Karo sekitar 20-an tahun lalu. Oleh karena itu, mungkin peternak rumah tangga agak lalai dalam menvaksin hewan peliharaannya,” sambung drh Herni Lidia.

Sampai saat ini kasus kematian babi yang disebabkan dugaan virus belum ada ditemukan di peternakan komersial. Peternakan di Desa Portibi, Kec Merek yang memelihara 15.000 ekor babi dari pantauan lapangan Dinas Pertania Karo, dalam kondisi aman-aman saja.

“Ternak di sana tidak ada yang mati mendadak, semua sehat. Memang mereka rutin menggunakan vaksin. Aktivitas peternakan tetap kita pantau. Sejauh ini belum ditemukan penularan dari babi ke manusia,” ujar Metehsa.

Terkait hal tersebut, Kadis Kesehatan Kabupaten Karo, drg. Irna Safrina kepada wartawan uga mengatakan hal tidak jauh berbeda. Dari hasil koordinasinya dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, tidak ditemukan penjangkitan virus hog cholera dari babi ke manusia.

“Sejauh ini aman-aman saja mengkonsumsi daging babi yang sehat. Dengan catatan melalui cara memasak sesuai anjuran kesehatan. Makanlah setelah matang. Dari analisis kesehatan, virus hog cholera tidak dapat bertahan hidup di tubuh manusia,” ujar Irna. (herlin)