Korban

MEDAN-M24

Penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, harus bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus dugaan malapraktek dr Geta.

“Kita melihat, kasus dr Geta ini proses hukumnya berjalan sangat lamban, kalau tidak salah sudah satu bulan. Jadi Polisi khususnya penyidik harus bekerja secara transparan dan profesinal untuk menuntaskan kasus ini,” kata praktisi hukum Julheri Sinaga kepada wartawan, Selasa (4/5).

Ia menyebut, bahwa polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat harus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Terlebih, terhadap kasus-kasus berat seperti kasus malapraktek ini.

Loading...

“Jadi, tanpa banyak asalan. Polisi harus segera mungkin meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Che Sin alias Diana (41), melakukan operasi wajah ke praktik kecantikan di klinik DMC milik dr Geta di Jalan S. Parman, Medan.

Ironisnya, penyuntikan zat asam ke bawah lapisan kulit hidung alternatif pengganti operasi plastik (proses filler) ke hidung Diana diduga gagal. Padahal 16 bulan waktu telah ia lalui. Kini, Dina menjadi cacat seumur hidup. Kasus ini sendiri sudah sampai ke Polda Sumu. Namun pihak kepolisian belum menetapkan tersangka terkait kasus tersebut. (ahmad)